Gelombang Panas Maut yang Dirasakan Kanada Terjadi 1000 Tahun Sekali

·Bacaan 4 menit

Cuaca panas yang begitu menyengat di Kanada bagian barat dan Amerika Serikat akhir Juni lalu hampir tidak mungkin terjadi tanpa disebabkan perubahan iklim, demikian kata para ilmuwan.

Menurut riset mereka, gelombang panas maut itu merupakan peristiwa yang hanya terjadi sekali dalam 1.000 tahun.

perubahan iklim, panas
perubahan iklim, panas

Namun bisa diperkirakan peristiwa ekstrem seperti ini bakal sering terjadi saat dunia semakin panas akibat perubahan iklim.

Bila saja manusia tidak berperan menyebabkan kondisi iklim seperti ini, peristiwa itu akan 150 kali lebih kecil kemungkinannya.

Para ilmuwan khawatir bahwa pemanasan global, sebagian besar akibat bahan bakar berbasis fosil, membuat suhu udara naik lebih cepat dari yang diperkirakan dalam permodelan mereka.

Para peneliti iklim sudah terbiasa mencatat rekor baru gelombang panas di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, munculnya rekor baru melampaui 10% lebih panas di suatu negara seperti yang terjadi di Kanada pekan lalu, benar-benar di luar perkiraan.

Rekor suhu terpanas di Kanada sebelumnya adalah 45 derajat celcius. Namun yang terjadi di desa Lytton di Provinsi British Columbia beberapa waktu lalu suhunya mencapai 49,6 derajat celcius.

perubahan iklim, panas
Desa Lytton di Provinsi British Columbia Kanada yang hangus terbakar akibat cuaca panas ekstrem

Ini terjadi sesaat sebelum desa itu sendiri sebagian besar hangus karena kebakaran hutan.

Di kawasan yang meliputi Negara Bagian Oregon di AS dan Kanada bagian barat, banyak kota mencetak rekor suhu terpanas di atas 40 derajat celcius.

Cuaca sepanas itu menyebabkan ratusan orang meninggal dan lainnya dirawat di rumah sakit setempat karena sakit terkait cuaca panas.

Sejak dilanda gelombang panas, masyarakat telah mengaitkan peristiwa yang tidak biasa dan ekstrem itu dengan perubahan iklim.

Kini, para peneliti yakin bahwa peluang itu terjadi tanpa pemanasan yang disebabkan ulah manusia hampir tidak mungkin.

Map showing the hottest areas in Canada and the US north-west
Map showing the hottest areas in Canada and the US north-west

Suatu tim internasional yang terdiri dari 27 peneliti iklim - bagian dari jaringan The World Weather Attribution - berhasil menganalisis data hanya dalam delapan hari.

Mengingat perubahan yang begitu cepat, tidak heran bila penelitian itu belum dikaji lebih lanjut oleh sesama kolega mereka.

Namun tim ilmuwan itu menggunakan metode yang telah teruji dan diterima oleh jurnal-jurnal terkemuka.

Mereka menggunakan 21 model iklim untuk memperkirakan berapa besar perubahan iklim mempengaruhi panas yang melanda wilayah di sekitar kota-kota seperti Seattle, Portland, dan Vancouver.

Mereka membandingkan iklim seperti sekarang ini dengan dunia tanpa pemanasan yang disebabkan manusia.

"Kami menyimpulkan bahwa peristiwa satu dalam seribu tahun ini akan 150 kali lebih jarang terjadi di masa lalu," kata ketua tim periset Sjoukje Philip dari Royal Netherlands Meteorological Institute.

perubahan iklim, panas
Warga menderita panas yang ekstrem di kawasan barat AS dan Kanada.

"Jadi itu adalah iklim tanpa perubahan yang disebabkan manusia, saat iklimnya sekitar 1,2 derajat celcius lebih rendah dari saat ini. Gelombang panas itu juga akan dua derajat lebih adem di masa lalu."

Rekan satu tim Dr Friederike Otto dari University of Oxford menjelaskan apa yang dimaksud tim peneliti itu saat mengatakan cuaca panas ekstrem "hampir tidak mungkin" tanpa perubahan iklim.

"Tanpa gas rumah kaca tambahan di atmosfer, dalam statistik yang ada dalam model-model kami dan juga model statistik berdasarkan observasi, peristiwa seperti itu tidak akan terjadi," jelasnya.

"Atau bila suatu peristiwa seperti ini terjadi, maka hanya terjadi sekali dalam sejuta kali, yang dalam statistika berarti tidak pernah terjadi," katanya dalam suatu jumpa pers.

Jenis riset ini, yang berupaya menentukan peran perubahan iklim akibat manusia atas peristiwa-peristiwa ekstrem, diketahui sebagai studi atribusi.

Menurut analisis itu, bila Bumi menghangat 2 derajat celcius, yang dapat terjadi dalam kurun 20 tahun, maka kemungkinan untuk mengalami gelombang panas yang mirip dengan kejadian pekan lalu akan turun dari sekitar 1.000 tahun sekali hingga menjadi 5-10 tahun sekali.

Tim peneliti itu menyatakan bahwa suhu udara yang dipantau itu sangat ekstrem sehingga berada jauh di luar jangkauan pengamatan historis.

Hal ini membuat sulit untuk mengukur secara pasti intensitas peristiwa gelombang panas itu sebenarnya.

Para ilmuwan menyatakan ada dua kemungkinan terkait lonjakan ekstrem suhu udara di kawasan yang terdampak itu.

Pertama adalah ini adalah peristiwa yang sangat jarang terjadi, yang diperparah oleh perubahan iklim, "yang secara statistik setara dengan nasib buruk," menurut laporan mereka.

perubahan iklim, panas
Warga tidur di tempat penampungan darurat akibat gelombang panas ekstrem.

Kemungkinan lain adalah iklim itu mungkin telah melewati "ambang" yang akan membuat gelombang panas yang disaksikan baru-baru ini tersebut membuat jauh lebih mungkin terjadi.

Hingga kini, tim peneliti telah menyakitkan peningkatan gradual cuaca panas ekstrem saat dunia memanas. Analisis mereka atas apa yang terjadi di Kanada telah mengguncang pandangan itu.

Ini bisa berarti bahwa prediksi model iklim itu mungkin meremehkan suhu ekstrem yang belum pernah dialami dunia sebelumnya.

"Kami jadi kurang yakin tentang bagaimana iklim mempengaruhi gelombang panas ketimbang ketimbang dua pekan lalu," kata Geert Jan van Oldenborgh dari Royal Netherlands Meteorological Institute.

"Dan kami khawatir mengenai kemungkinan hal-hal seperti ini terjadi di mana-mana. Namun kami tidak tahu seberapa realistis itu, kami hanya perlu mengupayakannya."

Jadi, apakah itu berarti gelombang panas luar biasa tersebut bisa menjadi semacam titik kritis?

"Itu hal yang tidak benar-benar penting soal apakah ini menjadi titik kritis atau tidak," kata Dr Otto.

"Yang lebih penting adalah ketahanan masyarakat kita dan apa yang bisa kita adaptasi. Di sebagian besar masyarakat, itu benar-benar iklim yang sangat, sangat stabil, dan bahkan perubahan kecil akan membuat perbedaan besar."

"Dan apa yang kami lihat di sini adalah bukan perubahan kecil, melainkan perubahan besar. Menurut saya itu menjadi pesan yang sangat penting."

Ikuti Matt di Twitter.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel