Gelombang Tinggi Membongkar-bangkir Kapal-Kapal di Pelabuhan Merak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Serang - Cuaca buruk di perairan Pelabuhan Merak, menimbulkan berbagai rentetan peristiwa di atas laut. Terbaru pada Minggu dini hari, 20 Desember 2020 sekitar pukul 23.50 WIB, KMP Safira Nusantara yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni mengalami kandas sebelum sandar di Pelabuhan Merak.

Saat kandas, kapal itu berisikan 286 penumpang, 4 sepeda motor, 47 kendaraan pribadi, 3 pikap, 8 unit colt diesel, 1 bus, 14 truk besar, dan 14 unit tronton.

"Kapal kandas di buoy merah, lampu buoy tidak terlihat, diduga karena lampu mati," kata Kasie Keselamatan Berlayar pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Hendra Prassetya Ganefo, Senin (21/12/2020).

Proses penarikan sudah berusaha dilakukan pada Senin dini hari, 21 Desember 2020, dimulai pukul 03.20 WIB. Kapal berusaha ditarik oleh tug boat Tirtayasa I dan Tirtayasa III. Hingga pukul 04.25 WIB, kapal tidak berhasil ditarik karena air laut surut. Kemudian konsumsi bagi penumpang dikirim pagi pukul 06.50 WIB, agar penumpang tidak kelaparan.

"Menurut keterangan dari nakhoda, kapal tidak ditemukan adanya kebocoran. Evakuasi penumpang juga dibantu oleh Basarnas Banten yang menyiagakan dua kapal. Kemudian KSOP Banten menyiagakan KNP 333 dan KNP 372," jelasnya.

Sebelumnya, pada Jumat-Sabtu, 18-19 Desember 2020 terjadi penumpukan kendaraan di dalam pelabuhan, bahkan Jalan Cikuasa Atas dijadikan kantung parkir. Lantaran cuaca buruk yang menyebabkan kapal sulit sandar.

Selanjutnya, ada tragedi senggolan Kapal Motor Penumpang (KMP) di Dermaga 2 dan Dermaga 3 Pelabuhan Merak. Kejadian senggolan kapal ini, berdasarkan informasi yang dihimpun, melibatkan kapal Caitlyn yang sedang sandar di Dermaga 2, kemudian datang KMP Royce yang sedang masuk haluan dan akan sandar di Dermaga tiga. Namun, Royce menyenggol badan kapal Caitlyn.

Kejadian senggolan kapal ini beruntung tidak menimbulkan kerusakan berarti, korban luka, maupun korban jiwa. Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 19 Desember 2020.

"Kalau senggolan kapal artinya karena kondisi alam, tapi saya belum dapat (laporan) senggolan nya seperti apa, itu bisa terjadi karena alam kurang bersahabat," kata General Manajer (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy, dikantornya, Senin (21/12/2020).

Begitupun masuknya air laut ke dalam kapal saat gelombang tinggi, terjadi di Dermaga I Pelabuhan Merak. Beruntung, air itu bisa langsung keluar dan tidak mengendap di dalam kapal.

"Namanya gelombang, bagaimanapun pasti terjadi demikian, kalau air masuk keluar itu hal biasa. Kapal itu kan dibuat ada pembuangannya, aair itu tidak mengendap di dalam, jadi tidak berbahaya. (Air masuk) Di ruang kendaraan itu, tidak masalah," dia menerangkan.

Simak video pilihan berikut ini: