Gembira Loka Zoo Siap Sambut Wisatawan Akhir Tahun, Utamakan Protokol Kesehatan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejak dibuka kembali pada 3 Agustus 2020 pasca, Gembira Loka terus kedatangan wisatawan dari dalam maupun luar kota. Sebelumnya kebun binatang terbesar di Yogyakarta ini ditutup karena pandemi COVID-19.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung di libur panjang akhir tahun mendatang, Kebun Binatang Gembira Loka terus meningkatkan protokol kesehatannya.

Hal ini disampaikan oleh M. Fahmi Ramadhan, Plt Kepala Bagian Promosi saat ditemui Liputan6.com di Gembira Loka Senin (16/11/2020).

"Jadi kalau yang sudah disiapkan sekarang itu tentunya ada sarana untuk menjalankan protokol kesehatan seperti disediakan wastafel memadahi di 100 titik." ujarnya.

Selain wastafel, seluruh karyawan Gembira Loka, terutama yang berhubungan langsung dengan pengunjung juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti face shield, masker medis, dan sarung tangan yang memadai.

Protokol kesehatan standar 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan) juga sudah diterapkan sejak Agustus lalu.

Penerapan New Normal

Ilustrasi Kebun Binatang Gembira Loka (Liputan6.com/Anugerah Ayu)
Ilustrasi Kebun Binatang Gembira Loka (Liputan6.com/Anugerah Ayu)

Fahmi menambahkan, Gembira Loka punya cara sendiri dalam penerapan protokol menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

"Yang mungkin agak beda di Gembira, itu nanti jaga jaraknya antar keluarga, nggak bisa antar individu. karena sekarang yang datang lebih banyak keluarga, jadi keluarga kan nggak mungkin untuk kita pisah per individu." ujar Fahmi.

Jaga jarak antar keluarga ini juga dinilai lebih efektif. Selain itu, Gembira Loka juga melakukan disinfeksi rutin dan terjadwal di area yang rawan disentuh seperti pagar atau tempat duduk.

Saat ini Gembira Loka juga masih menutup atraksi yang bersifat indoor dan semi indoor seperti akuarium dan Dome Bird untuk mencegah adanya kerumunan di dalam ruangan.

Selain itu, kini Gembira Loka juga telah menerapkan sistem satu jalur di areanya. Jalur searah diterapkan agar meminimalkan pengunjung untuk berpapasan. Jalur searah ini kemungkinan besar masih akan diterapkan hingga libur akhir tahun nanti.

Hingga kini Gembira Loka hanya menerima pengunjung perorangan dan keluarga. Sementara untuk pengunjung rombongan seperti bus belum bisa diterima. Hal ini juga untuk menghindari kerumunan besar yang ada di area Gembira Loka.

Prediksi peningkatan pengunjung di akhir tahun

Pada libur panjang akhir Oktober 2020 lalu, Gembira Loka sempat mengalami lonjakan pengunjung.

"Long weeked kemarin (akhir Oktober) didominasi dari luar kota. Paling banyak di tanggal 29 yang mencapai 2500 orang." tambah Fahmi.

Gembira Loka juga memprediksi lonjakan pengunjung juga akan terjadi pada libur akhir tahun nanti.

"Prediksinya juga agak dilema, kalau kita ekspektasinya banyak juga, takut kuwalahan menghandlenya, yang jelas nanti pasti ada peningkatan di bulan Desember." sambung Fahmi.

Hingga kini, Gembira Loka memang hanya membatasi jumlah pengunjunga maksimal 2500 per hari. Pengunjung juga diwajibkan untuk melakukan reservasi secara online terlebih dahulu sebelum mengunjungi Gembira Loka.

Reservasi ini diperlukan untuk mendata pengunjung yang masuk. Pendataan ini penting jika sewaktu-waktu muncul kasus COVID-19, pihak Gembira Loka akan dengan mudah melakukan pelacakan.

Gembira Loka juga tetap akan menyesuaikan aturan terkait protokol kesehatan dengan kondisi perkembangan COVID-19 di Indonesia.

Tetap jadi tujuan favorit wisatawan

Gembira Loka merupakan salah satu destinasi favorit di Yogyakarta. Ini juga diakui oleh Toni (27) asal Yogyakarta yang memilih melepas penat bersama istri dan anaknya di Gembira Loka pada Senin (16/11/2020). Toni memilih hari Senin untuk berkunjung karena dinilai tidak terlalu ramai dan tidak padat pengunjung.

Dari rumah, Toni dan sang istri, Desi (28) sudah mempersiapkan bekal dan masker sebagai alat pelindung diri. Menurut Toni, penerapan protokol kesehatan di Gembira Loka sudah cukup memadai.

"Sudah bagus, dari mulai masuk di area parkir sudah dicek suhu tubuh, disediakan tempat cuci tangan, masuk ke area juga diperiksa lagi." ujar Toni.

Hal serupa juga dirasakan Ghina (15) asal Purwokerto yang berkunjung ke Gembira Loka bersama keluarga besarnya. Ia mengaku merasa aman selama berkeliling Gembira Loka.

"Penerapan protokolnya cukup baik, menerapkan jaga jarak, dan tidak bergerombol kecuali sama-sama satu keluarga." ujar Ghina.