Gembok Perdagangan Dibuka Usai 3 Tahun, Saham GEMS Melambung 24,71 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melonjak signifikan setelah penghentian sementara perdagangan (suspensi) dibuka. Suspensi saham GEMS dilakukan sejak 31 Januari 2018.

Mengutip data RTI, saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) naik 24,71 persen ke posisi Rp 3.180 per saham. Saham GEMS dibuka melonjak 630 poin ke posisi Rp 3.180 dari penutupan perdagangan pada 2018 di posisi Rp 2.550. Total frekuensi perdagangan saham 110 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mencabut penghentian sementara perdagangan efek PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) di pasar reguler dan pasar tunai terhitung sejak sesi I perdagangan efek pada Senin, 26 April 2021.

Hal ini mengacu pada pengumuman bursa Nomor Peng-SPT-0003/BEI.PP2/01-2018 pada 30 Januari 2018 perihal penghentian sementara perdagangan efek PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) di pasar reguler dan tunai.

Selanjutnya surat PT Golden Energy Mines Tbk Nomor 043/GEMS-CS/IV/2021 pada 7 April 2021 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek. Lalu surat perseroan nomor 059/GEMS-CS/IV/2021 pada 23 April 2021 perihal laporan hasil public expose insidentil.

"Perseroan telah menenuhi ketentuan V.I Peraturan Bursa Nomor I-A di mana jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama perseroan saat ini sebanyak 441.186.385 saham atau sebesar 7,5002 persen,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Vera Floria dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

BEI menyatakan, sejak 26 April 2021, efek tersebut dapat diperdagangkan di seluruh pasar.

Golden Energy Mines Gelar Paparan Publik Insidentil

Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menggelar paparan publik insidentil pada Kamis, 22 April 2021.

Hal ini juga seiring permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga perseroan dapat memberikan keterbukaan informasi kepada publik yang menyeluruh.

Dengan paparan publik yang digelar itu, Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk Sudin mengharapkan BEI dapat kembali membuka penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham.

"Sesuai dengan permintaan, kita memenuhi permintaan paparan publik insidentil. Keterbukaan informasi hari ini yang disampaikan kami harapkan bursa dapat segera melakukan unsuspensi sehingga saham dapat diperdagangkan normal dan juga untuk investor," kata dia dalam paparan publik.

Sudin menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan bursa setelah menggelar paparan publik insidentil ini. Suspensi saham GEMS telah berlangsung sejak 31 Januari 2019.

BEI suspensi saham GEMS di pasar reguler dan tunai. Suspensi itu dilakukan seiring saham perseroan di pasar reguler dan tunai terkait tidak terpenuhinya aturan free float minimal 7,5 persen dan tidak terkait dengan kegiatan operasional perseroan.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki minimal 50 juta saham dan jumlah pemegang saham minimal 300 pemegang saham yang memiliki rekening efek. Akan tetapi, perseroan belum dapat penuhi minimal 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetor. Oleh karena itu, bursa suspensi saham GEMS.

Di sisi lain, sesuai pasal V.1 Peraturan Nomor I-A, perusahaan tercatat dapat tetap tercatat di bursa jika memenuhi persyaratan mengenai free folat yang wajib disesuaikan dengan jangka waktu dua tahun sejak peraturan itu berlaku paling lambat 30 Januari 2016.

Perseroan menyampaikan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dalam rangka pemenuhan free float tersebut. Perseroan telah sampaikan rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 3 Desember 2020, 28 Desember 2020 dan 22 Februari 2021.

Kemudian pada 30 Maret 2021, GEAR, pemegang saham perseroan divestasi 4,5 persen sahamnya kepada Ascend Global Investment Fund SPC, pihak ketiga. Dalam materi paparan publik disebutkan saham publikan perseroan menjadi 7,5 persen sesuai ketentuan free float bursa.

Pada 6 April 2021, perseroan melaporkan ke bursa perihal laporan bulanan pemegang saham dan meminta un-suspensi perdagangan saham karena telah penuhi ketentuan free float 7,5 persen.Pada 15 April 2021, perseroan telah memberikan konfirmasi kepada bursa perihal permintaan konfirmasi atas un-suspensi saham perseroan sehubungan dengan permintaan konfirmasi dari bursa dalam surat pada 13 April 2021.

"Memperhatikan kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat, maka direksi perseroan bermaksud untuk meninjau ulang pelaksanaan rights issue ke OJK apabila bursa telah un-suspensi saham perseroan, karena tujuan utama dari rights issue untuk memenuhi ketentuan free float 7,5 persen telah terpenuhi," demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini