Gempa Bukittinggi, Warga Sempat Berhamburan Keluar Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagian warga kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Jumat malam 21 Mei 2021, dilaporkan sempat berhamburan keluar rumah akibat digoyang gempabumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Sumatera pada segmen Sianok.

“Laporan BMKG ada Empat kali kejadian gempabumi. Yang terbesar magnitudo 4.0 itu ya. Laporan yang kita terima, Gempa 4.0 itu membuat sebagian warga di Bukittinggi keluar rumah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Erman Rahman, Jumat malam 21 Mei 2021.

Menurut Erman Rahman, meski getaran dirasa cukup kuat dan sempat membuat kaget warga, namun sampai saat ini belum ada laporan terkait dengan dampak yang ditimbulkan akibat kejadian lindu ini.

“Sampai saat ini, belum ada laporan tentang dampak yang ditimbulkan. Belum ada laporan tentang kerusakan maupun korban Jiwa. Kita terus pantau dan monitoring di lapangan guna memastikan apakah ada dampak atau tidak,” ujar Erman Rahman.

Mengingat wilayah Sumatra Barat rentan dengan kejadian gempabumi, Erman Rahman mengimbau kepada seluruh warga yang berada di zona rawan kegempaan, untuk tetap tenang dan tentunya meningkatkan kewaspadaan.

“Wilayah Kita, rawan gempa. Untuk itu, masyarakat kita imbau untuk tetap tenang dan selalu waspada akan potensi-potensi gempa susulan,” kata Erman Rahman.

Sebelumnya, catatan BMKG menunjukkan, gempabumi sebanyak empat kali dengan magnitudo beragam, mengguncang kota Bukittinggi. Gempa pertama, terjadi pada pukul 21.16 WIB dengan magnitudo 3,7 dengan kedalaman 3 kilometer.

Gempa susulan kedua terjadi selang lima menit kemudian dengan magnitudo 4.0. Lalu, Gempa susulan kembali terjadi pada pukul 21.21 WIB dengan magnitudo 3,2 dan yang terakhir pukul 21.22 WIN dengan magnitudo 3,4.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Irwan Slamet menyebutkan bahwa, gempa yang terjadi ini merupakan gempa tektonik di Bukittinggi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi dengan parameter dengan magnitudo 4.0, episenternya terletak pada koordinat 0.21 Lintang Selatan dan 100.33 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada 11 kilometer barat laut Bukittinggi, pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya Irwan menegaskan, gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Sumatera pada segmen Sianok. Meski demikian, lindu ini tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Jumat Malam, Bukittinggi Diguncang Empat Kali Gempa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel