Gempa Guncang Banten, Warga Ujung Kulon Bilang Tidak Takut

Syahrul Ansyari, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Warga di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, bercerita mengenai guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5,0. Gempa terasa di sejumlah wilayah, seperti Cikeusik, Bayah, Panggarangan, Malingping, Cikotok, Sawarna hingga Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten.

Lokasi gempa berada di kedalaman 10 km, 49 kilometer sebelah barat daya Sumur dan terjadi sekitar pukul 22.32 WIB.

"Saya tidur di kursi bambu, jadi ngarieug (goyang) kursinya," kata Qipong Buyaz (32), warga Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, melalui selulernya, Sabtu, 14 November 2020.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Banten

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tour guide ini, saat gempa terjadi dia berada di Pulau Peucang, yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Qipong mengatakan kalau wisatawan yang berada di dalam resort, tidak begitu khawatir.

Meski goncangan terasa, lantaran hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat gempa, tapi dia tidak panik.

"Saya lagi di Pulau Peucang, goyang banget gempanya. Lagi bawa peserta trip. Kondisi di sini alhamdulillah enggak terlalu panik, biasa aja. Sebagian peserta udah tidur juga. Enggak takut, enggak," katanya.

Sedangkan menurut Lili Suhaeli (51), warga Kampung Sumur, RT 01 RW 05, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, yang rumahnya hancur akibat terjangan tsunami tahun 2018 lalu bercerita kalau dipan atau ranjang tidurnya bergoyang, saat gempa berkekuatan 5 M mengguncang wilayah Sumur.

"Kalau tempat tidur goyang dikit, cuma agak lama. Kecil gempanya, kerasa sedikit. Sementara ini mah enggak trauma, apalagi skalanya kecil. Rumah adep-adepan sama pantai, paling 25 meter dari pantai," kata Lili Suhaeli (51), melalui selulernya.