Gempa Guncang Jakarta, Pekerja di Kejagung Berhamburan Keluar Gedung

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di Banten dirasakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Guncangan gempa membuat para pekerja di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (14/1/2022), para pekerja berlarian keluar gedung sambil memberi tahu rekan lainnya bahwa tengah terjadi gempa. Awak media yang menunggu acara konferensi pers terkait kasus dugaan korupsi kontrak satelit Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga ikut keluar ruangan Puspen Kejagung.

Gempa terasa cukup kencang, terutama bagi pekerja yang berada di ruang gedung bagian atas. Sementara bagi yang ada di lantai bawah mengaku ada sensasi pusing di kepala.

Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di Sumur Banten ini terjadi pada pukul 16.05 WIB, Jumat, (14/1/2022). Gempa dirasakan hingga Jakarta, Depok, Bogor, dan Tangerang.

Pegawai perkantoran di Jakarta berlarian keluar gedung setelah merasakan getaran gempa. "Gempa terasa kencang," kata salah satu pegawai di Jakarta.

Sementara para aparatur sipil negara (ASN) dan warga di lingkungan Pemprov DKI Jakarta langsung berhamburan keluar ruangan saat gempa terasa. Beberapa awak media di ruangan press room langsung berteriak sekitar pukul 16.09 WIB.

"Gempa, gempa," kata salah satu awak media.

Seketika semua wartawan langsung ke luar ruangan dan mencari tempat lebih terbuka di taman samping. Sejumlah ASN juga langsung berhamburan keluar.

"Kaca-kaca bergetar, semua langsung lari," kata salah satu ASN.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang dirasakan di Jakarta berpusat di 52 km barat daya Sumur, Pandeglang, Banten.

Gempa berkekuatan magnitudo 6.7 itu terjadi pada Jumat 14 Januari 2022 pukul 16:05:41 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 7.01 LS,105.26 BT.

BMKG memastikan, gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian peringatan BMKG.

Antisipasi Gempa

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel