Gempa guncang Sumbawa, Bima, Mataram dipicu aktivitas subduksi

·Bacaan 1 menit

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Sumbawa, Bima, dan Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa tektonik pada Minggu, pukul 17.04 WIB akibat aktivitas subduksi.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo update 4,8," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan episenter gempa tektonik itu terletak pada koordinat 10,01 Lintang Selatan dan 117,93 Bujur Timur tepatnya di laut pada jarak 93 kilometer arah selatan Plampang, Sumbawa, dengan kedalaman 58 km.

Ia menambahkan, gempa itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghunjam ke bawah Kepulauan Sunda Kecil (The Lesser Sunda) dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dia menyampaikan gempa selatan Sumbawa ini dirasakan di Sumbawa dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Sementara Bima dan Mataram dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga pukul 17.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel