Gempa landa Indonesia Timur, rusak beberapa rumah dan gereja

JAKARTA (Reuters) - Setidaknya dua orang terluka serta beberapa gereja dan rumah rusak setelah gempa bumi dahsyat melanda Indonesia timur, meskipun penduduk yang melarikan diri ke tempat tinggi takut tsunami sudah mulai kembali, kata badan bencana Jumat (15/11).

Gempa bumi mengguncang Maluku pada Kamis malam dengan manitudo 7,1 dengan pusat gempa di laut 139 km (86 mil) barat laut kota Ternate, menurut Survei Geologi AS.

Peringatan tsunami dicabut setelah hampir dua jam, meskipun ada lebih dari 90 gempa susulan sejak gempa awal.

Agus Wibowo, juru bicara badan mitigasi bencana Indonesia (BNPB), mengatakan dua orang menderita luka ringan di Ternate di provinsi Maluku Utara, yang juga dikenal sebagai Maluku, mengutip badan mitigasi bencana setempat. Enam rumah dan dua gereja juga rusak ringan.

"Badan mitigasi bencana lokal di Ternate juga mengatakan bahwa orang-orang yang menjauh dari pantai mulai kembali ke rumah mereka pagi ini," katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa ketenangan telah kembali ke kota Bitung di pulau Sulawesi dan di distrik Halmahera di Maluku.

Gempa sebelumnya menyebabkan kepanikan di antara banyak warga, mendorong mereka untuk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, yang sering mengalami gempa bumi dan terkadang disertai tsunami.

Gempa berkekuatan 7,3 melanda Maluku pada Juli, menewaskan sedikitnya empat orang. Gempa bumi paling dahsyat dalam sejarah Indonesia baru-baru ini adalah pada 26 Desember 2004 ketika gempa berkekuatan 9,5 memicu tsunami besar yang menewaskan sekitar 226.000 orang di sepanjang garis pantai Samudra Hindia, termasuk lebih dari 126.000 di Indonesia.