Gempa M 7,4 Maluku Barat Daya, BNPB: 12 Rumah Rusak, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 12 rumah rusak setelah diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,4 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku. Rinciannya, dua rumah masuk kategori rusak ringan, terletak di Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan.

Sementara 10 rumah lain belum bisa dipastikan tingkat kerusakannya. Dari 10 rumah rusak ini, delapan unit berada di Kecamatan Damer dan dua di Letti.

“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga mengungsi pascagempa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 mengguncang Maluku Barat Daya, pada Kamis (30/12), pukul 03.25 waktu setempat. Pusat gempa berada pada 45 km barat laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 210 km.

Masyarakat setempat merasakan guncangan kuat. Pascagempa magnitudo 7,4, gempa susulan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi pada 03.32 WIB atau 05.32 waktu setempat.

BMKG juga mencatat gempa M 5,1 yang berpusat pada 36 km barat laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 170 km.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Wilayah Rawan Gempa

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan wilayah yang berada pada potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan berada di kawasan kepulauan yang teridentifikasi pada potensi bahaya tersebut.

Kabupaten Maluku Barat Daya juga memiliki potensi bahaya tsunami kategori sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah kecamatan yang sama.

Reporter: Titin Supriatin/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel