Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Seram Bagian Barat

Merdeka.com - Merdeka.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sekitar pukul 12.43 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,92° LS : 128,36° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 86 Km arah Selatan Huamual, Seram Bagian Barat, Maluku pada kedalaman 349 km," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno di Ambon dilansir Antara, Selasa (10/5).

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas subduksi Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Damer dan Amahai dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah), terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Di Huamual dengan skala intensitas II - III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 13.07 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel