Gempa Magnitudo 5.7 di Sumbar, Masyarakat Sempat Berhamburan

Agus Rahmat, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sumatra Barat digoyang gempabumi dengan magnitudo 5,7. Gempa yang terjadi pada Senin, 3 Mei dini hari pukul 00.46 WIB, berpusat di 35 kilometer Tenggara Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Saat dihubungi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Akmal menyebutkan, hingga kini sama sekali belum ada laporan tentang adanya kerusakan maupun korban jiwa yang timbul akibat lindu.

Menurut Akmal, gempabumi yang dirasa cukup kuat tadi, sempat membuat sebagian warga terutama yang berada di dekat zona pusat gempa, berhamburan keluar rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Baca juga: Hadiri Rakornas Pemuda Muhammadiyah, PDIP dan PAN Bicara Pemilu 2024

“Saya lagi di BPBD. Di Tuapejat dirasa cukup kuat. Ada sebagian warga keluar rumah. Mereka juga sempat mencari tempat yang lebih tinggi atau aman,” kata Akmal, Senin 3 Mei 2021.

Hingga kini kata Akmal, baik Kantor Pencarian dan Pertolongan, BPBD dan unsur terkait lainnya di Mentawai, sedang memonitoring ke lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya dampak gempabumi ini terutama kerusakan dan korban jiwa.

“Sampai kini, kondisi kita di Mentawai masih aman. Kita Sedang monitoring untuk mencari tahu apakah ada dampak kerusakan atau korban jiwa. Sementara, kondisi di Mentawai Aman,” tutup Akmal.

Masuk Dalam Kategori Gempa Dangkal

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang Setiyo Prayitno merilis, gempabumi yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat itu merupakan jenis gempabumi dangkal yang disebabkan oleh adanya aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia kebawah lempeng Aurasia.

“Merupakan jenis gempabumi dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa, gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Bambang, Senin 3 Mei 2021.

Episenter gempabumi yang terletak pada koordinat 2,40 Lintang Selatan dan 99,58 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 kilometer arah Selatan Kota Tuapejat, Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 34 kilometer ini, dirasakan di Tua Pejat dengan skala IV MMI.

Selain itu, juga dirasa di kota Padang, Kota Bukittinggi, Indragiri Hilir, Pariaman, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, dan Solok Selatan, hingga Sungai Penuh.

“Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Pun dengan gempa susulan, hingga pukul 01.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock,” jelas Bambang Setiyo Prayitno.