Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Meksiko Selatan

Liputan6.com, Meksiko City - Setidaknya empat orang dilaporkan tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang pantai selatan Meksiko pada Selasa 23 Juni 2020.

Dikutip dari laman CNN, Rabu (24/6/2020) akibat gempa ini menyebabkan banyak bangunan roboh dan proses evakuasi warga.

Gempa bumi terjadi pada pukul 10:29 waktu setempat (11:29 ET), dengan pusat gempa 11 kilometer di barat daya Santa María Zapotitlan di negara bagian Oaxaca, dekat El Coyul, Meksiko.

Gubernur negara bagian Oaxaca Alejandro Murat mengatakan, seorang wanita 22 tahun dan seorang pria termasuk di antaranya yang tewas.

Layanan Kesehatan Oaxacan juga melaporkan kerusakan akibat gempa. Seperti, rumah sakit umum Pochutla, Puerto Escondido dan Pinotepa Nacional serta rumah sakit di daerah lain.

Menurut Murat, dua rumah sakit yang mengalami kerusakan tengah menjadi lokasi perawatan pasien Corona COVID-19.

"Kami memverifikasi kerusakan karena rumah sakit ini juga merawat kasus Corona COVID-19 di pantai Oaxacan," katanya dalam wawancara radio dengan radio lokal.

Tingkat keparahan kerusakan terparah belum disebutkan. Pihak berwenang juga melaporkan pemadaman listrik di seluruh ibu kota negara bagian dan kerusakan pada bagian luar rumah sakit di Oaxaca, Meksiko.

Gempa itu bisa dirasakan sampai ke Guatemala, Honduras dan El Salvador. Di ibu kota Mexico City, sekitar 190 mil utara episentrum, getarannya terasa dan sirene terdengar alat kendaraan terus berbunyi.

Peringatan Tsunami Dicabut

Ilustrasi Gempa Bumi. (iStockphoto)

Sebelumnya, otoritas setempat menyampaikan peringatan dini tsunami dari gempa bumi tersebut.

Namun, belum lama Pusat Peringatan Tsunami Pasifik Amerika Serikat (AS) mengakhiri peringatan dini tsunami di Meksiko Selatan. Peringatan itu diakhiri sekitar 3 jam setelah terjadinya gempa.

Mulanya disebutkan, gelombang setinggi tiga meter bisa terjadi dalam jarak 1.000 kilometer dari pusat gempa. Gelombang itu berpotensi terjadi di pantai Pasifik Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, demikian dikutip dari laman AFP.

Namun, sekitar 3 jam kemudian dikatakan ancaman itu disebutkan telah usai.

Simak video pilihan berikut: