Gempa Malang, Jokowi Ingatkan Semua Kepala Daerah Waspada

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi mengungkapkan dukacita atas gempa bumi yang terpusat di wilayah perairan Selatan Malang yang kemudian disebut gempa bumi selatan Malang pada Sabtu kemarin, 10 April 2021. Presiden sendiri telah memerintahkan jajarannya untuk segera turun ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

"Dan menemukan korban yang tertimpa teruntuhan dan meakukan segera, melakukan perawatan pada korban yang luka-luka dan juga penanganan dampak dari adanya gempa bumi tersebut," kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers, Minggu 11 april 2021.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengingatkan, terkait lokasi Indonesia ring of fire atau cincin gunung api, semua pikah diminta selalu meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas alam dapat terjadi setiap saat.

"Oleh sebab itu saya mengingatkan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus mengimbau masyarakat untuk mempererat kerja sama dan meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan akan datangnya sebuah bencana," kata dia.

Menurut laporan BMKG, episentrum gempa Malang itu berdekatan dengan pusat gempa bumi yang merusak Jawa Timur pada masa lalu yakni pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972. Zona gempa bumi Selatan Malang tersebut memang merupakan kawasan aktif yang sering terjadi dan dirasakan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, pengulangan gempa bumi yang terjadi di Selatan Malang tersebut sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai. Di sisi lain, hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang telah disampaikan para ahli gempa bumi adalah benar.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” kata Daryono.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, setidaknya telah terjadi tiga kali gempa susulan (aftershock) dari Gempa Selatan Malang, dengan kekuatan kecil dan kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan. Data terakhir, Sabtu malam, dilaporkan ada 7 orang meninggal dunia, 2 luka berat dan 10 lainnya luka ringan atas peristiwa tersebut.

Selain itu, jumlah kerugian material yang tercatat meliputi 344 rumah rusak, 1 pondok pesantren rusak, 11 sarana pendidikan rusak, 6 sarana ibadah rusak, 7 kantor pemerintahan rusak dan 1 rumah sakit rusak.

Gempa bumi Selatan Malang juga berdampak pada delapan wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur meliputi Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabuapten Trenggalek, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jember.