Gempa Malang, Risma Bangun Posko Pengungsian Aman untuk Lansia

Lis Yuliawati, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, bantuan kepada warga terdampak gempa yang terpusat di Kabupaten Malang, langsung diberikan dan harus terdistribusikan secara cepat. Dia memonitor terus bantuan, termasuk yang sudah disalurkan baru-baru ini, sebanyak tiga truk berisi logistik dan akan terus bertahap pada pengiriman selanjutnya.

"Bantuan logistik sudah dikirimkan yaitu 2 truk di Kabupaten Lumajang dan 1 truk di Kabupaten Malang. Kami juga sudah mendirikan posko pengungsi dan dapur umum," kata Risma dikutip dari siaran pers Kementerian Sosial, Senin, 12 April 2021.

Kata Risma, pihaknya memberi perhatian lebih terhadap warga kategori kelompok rentan. Dia telah menginstruksikan jajarannya agar lansia dan ibu hamil mendapat lokasi pengungsian sementara yang lebih layak dan aman. Untuk posko pengungsi, mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini mengatakan, sebanyak 13 lokasi sudah dibangun. Namun, nantinya ada tempat pengungsian akan disatukan menjadi dua lokasi saja.

"Karena yang ada saat ini pun ada yang tidak aman. Jadi kita sudah menyiapkan tempat yang baik di lapangan dan kita dirikan dapur umum di situ," ujar Risma.

Diberitakan sebelumnya, menurut laporan BMKG, episentrum gempa Malang itu berdekatan dengan pusat gempa bumi yang merusak Jawa Timur pada masa lalu yakni pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972. Zona gempa bumi Selatan Malang tersebut memang merupakan kawasan aktif yang sering terjadi dan dirasakan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, pengulangan gempa bumi yang terjadi di Selatan Malang tersebut sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai. Di sisi lain, hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang telah disampaikan para ahli gempa bumi adalah benar.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” kata Daryono.