Gempa Malang Terasa di 24 Wilayah Ini

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi BMKG (Sumber: bmkg)

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah terdampak dan merasakan gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Malang, Jawa Timur pada hari ini, Sabtu (10/4/2021).

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, sejumlah wilayah merasakan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI V sampai II.

Adapun 24 wilayah yang terdampak gempa yakni daerah Turen, Karangkates, Malang, Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat.

Kemudian gempa juga dirasakan di Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Bambang dari keterangannya, Sabtu (10/4/2021).

Bambang menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Bambang.

Adapun penjelasannya, skala I MMI Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. skala II getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Untuk skala III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan skala IV, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Skala V MMI berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Jenis Gempa

Bambang mengatakan, apa yang terjadi di Malang adalah jenis gempa bumi menengah. Yang artinya gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.

Adapun ini yang disebabkan aktivitas subduksi atau adanya aktivitas terhadap lempengan di wilayah kerak bumi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," kata Bambang dalam keterangannya, Sabtu (10/4/2021).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: