Gempa Malang, Tiga Warga Lumajang Dilaporkan Meninggal Dunia

Hardani Triyoga, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Gempa yang mengguncang Kabupaten Malang dan terasa di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dilaporkan memakan korban jiwa sementara sebanyak tiga orang. Itu data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur hingga Sabtu petang, 10 April 2021.

Selain tiga korban jiwa, terdapat pula dua korban luka berat dan lima korban luka ringan. Semuanya berasal dari Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan data dari BPBD Jatim, ketiga korban jiwa itu ialah Ahmad Fadholi, warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari; Juwanto, warga RT 04 RW 09 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari; dan H. Nasar, RT 01 RW 03 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari. Ketiganya meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan.

"Sampai petang ini, laporan yang sampai ke kami, ada warga yang meninggal dunia dari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang maupun Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang karena tertimpa longsoran saat gempa terjadi. Dan ada lagi yang dilarikan ke Rumah Sakit," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu petang, 10 April 2021.

BPBD Jatim juga mencatat kerusakan sejumlah bangunan di beberapa kabupaten/kota akibat gempa tersebut. Di Kabupaten Malang, bangunan yang mengalami kerusakan ialah kantor Desa Majangtengah, sejumlah rumah rusak di Desa Majangtengah, gedung pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) rusak di Kecamatan Bantur, Gondanglegi, Turen, Kromengan, Pamotan, dan Kecamatan Donomulyo.

Masih di Kabupaten Malang, kerusakan juga menimpa gedung SMKN 1 Turen, MTsN 1 Malang, SMAN 1 Sumberpucung, Tumpakrejo Gedangan, SMK WD Turen, Balai Desa Sumberejo, dan Masjid Jenggolo. Sementara di Kota Malang, kerusakan ringan terjadi di satu gedung rusunawa rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang.

Pun, di Kota Batu, satu unit bangunan bengkel rusak ringan dan fasum Batu Secret Zoo patung gorilla rusak.

Di Kabupaten Lumajang, selain menimbulkan tiga korban jiwa, gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan rusak ringan, sedang, maupun berat. Di antaranya gedung SD Argosari 2, sejumlah rumah rusak di 12 desa di tujuh kecamatan, dan gedung Puskesmas Pronojiwo.

Di Kabupaten Pasuruan, rumah rusak sementara ini terdata sebelas unit. Selain itu, kerusakan juga menimpa Masjid Baiturohman Kecamatan Tutur, Hotel ancala di Desa Tosari, TK Al Mujahidin, dan Rest Area di Dusun Telogosari, Desa Tosari.

Di Kabupaten Blitar, sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami korban luka-luka ringan. Adapun bangunan yang mengalami kerusakan ialah kantor Bupati Blitar, kantor DPRD Kabupaten Blitar, dam RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Di Kota Blitar, sebagian gedung RSUD Mardi Waluyo mengalami kerusakan, enam unit rumah rusak ringan, masjid lingkungan BTN Gedog rusak ringan, MI Hidayatulloh rusak ringan, Depo Arsip Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul rusak ringan, gedung Inspektorat Kota Blitar rusak ringan, dan satu unit kandang roboh.

Di Kabupaten trenggalek, beberapa bangunan yang rusak, di antaranya, kantor Kecamatan Durenan, SMK Durenan, kantor Desa Cakul, Kecamatan Dongko, SMP 2 Tugu, Balai Desa Siki, rumah warga rusak di Desa Margumulyo, Kecamatan Watulimo, Balai Desa Cakul, Kecamatan Dongko, dan Balai Desa Timahan, Kecamatan Kampak.

Sementara itu, di Kabupaten Gresik, dilaporkan satu unit rumah rusak ringan akibat getaran gempa Malang. Di Kota Kediri, gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan. Di Kabupaten dan Kota Probolinggo, dua unit rumah dan satu unit musala dilaporkan rusak ringan. Di Kabupaten Ponorogo, satu unit rumah juga dilaporkan rusak sedang.

Masih berdasarkan data dari BPBD Jatim, di Kabupaten Jember satu rumah dilaporkan mengalami rusak berat, tujuh unit rumah rusak sedang, enam unit rumah rusak ringan, dan satu unit masjid dilaporkan rusak sedang. Di Tulungagung, sejumlah rumah dilaporkan mengalami rusak ringan hingga sedang.