Gempa Mamuju, Warga Trauma dan Tak Berani Masuk Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang Mamuju, Rabu (8/6) siang. Sejumlah bangunan dilaporkan rusak, sementara warga menjadi trauma dengan kejadian itu.

Seorang warga Mamuju, Nanang (45), bercerita saat gempa dia sedang berada di jalan sekitar kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng.

"Saya lagi di jalan tadi, lihat pegawai gubernuran lari ke bawah. Ternyata gempa," kata Nanang dihubungi merdeka.com, Rabu (8/6).

Tanpa pikir panjang, Nanang memutar balik motornya kembali ke rumah. Dia ingin memastikan bahwa keluarganya baik-baik saja dan rumahnya tidak mengalami kerusakan.

"Alhamdulillah rumah baik-baik saja," ujar Nanang.

Gempa Awal Tahun Lalu

Nanang menerangkan dia dan keluarganya cukup trauma dengan kejadian gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 lalu dengan magnitudo 6,2 yang melanda pesisir barat Sulawesi.

Saat itu titik gempa berada 7 km timur laut Majene, Sulawesi Barat, dengan kedalaman 10 kilometer yang terjadi pukul 02.28 Wita. Gempa menyebabkan banyak kerusakan bangunan dan menewaskan banyak orang.

Akibat trauma itu, Nanang dan sejumlah warga tidak berani masuk rumah. "Iya, trauma dengan gempa kemarin. Itu kan jam setengah tiga, waktu warga tidur. Sekarang saja, saya dan tetangga saya sementara keluar rumah. Khawatir gempa susulan," terang Nanang.

Sejumlah bangunan perkantoran di Mamuju dilaporkan mengalami kerusakan. Nanang berharap tidak ada lagi gempa susulan di Sulawesi Barat. Baik di Majene maupun di Mamuju.

"Semoga tidak ada gempa lagi," harap Nanang. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel