Gempa Mentawai Tak Sebabkan Tsunami, Masyarakat Bisa Kembali ke Rumah Masing-Masing

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau, masyarakat yang mengungsi di perbukitan akibat gempa bumi Mentawai bisa kembali ke rumah masing-masing. Khususnya, bagi mereka yang rumahnya tidak mengalami kerusakan struktural atau rusak berat akibat gempa.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memastikan, rentetan gempabumi yang terjadi tidak memicu tsunami, sebagaimana merujuk pada laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Rangkaian gempa pada hari Senin (29/8) tidak memicu tsunami, untuk itu masyarakat yang saat ini mengungsi di daerah perbukitan bisa kembali ke rumah masing-masing, bagi yang rumahnya tidak mengalami rusak struktur/rusak berat akibat gempa," kata Abdul secara virtual mengenai perkembangan penanganan gempa Mentawai, Selasa (30/8).

Kategori Rumah Rusak

Dia menjelaskan, rumah rusak berat yang dimaksud seperti kondisi patah tiang penyangga, kerusakan masif pada dinding dan kerusakan pada penyangga atau penyusun rangka atap. Bila kondisinya seperti itu, pemilik rumah diimbau segera melapor ke BPBD setempat.

"Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan struktur atau rusak berat dapat melaporkan data kerusakan bangunan tersebut kepada BPBD setempat untuk pendataan," kata Abdul.

Dia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempabumi susulan. Peringatan dini gempa bumi dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang di rumah seperti kaleng bekas.

"Pelihara terus kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat di dalam rumah bisa menyiapkan peringatan dini gempa sederhana dengan menyusun kaleng-kaleng bekas yang disusun bertingkat, sehingga jika terjadi gempa kaleng jatuh dan menimbulkan bunyi sebagai pertanda harus evakuasi keluar rumah," tuturnya.

"Pastikan tidak ada barang-barang besar seperti lemari, kulkas, meja dan lain-lain yang bisa menghalangi proses evakuasi keluar rumah saat terjadi gempa," imbuhnya.

Ciri Gempa Picu Tsunami

Selain itu, khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, Abdul berpesan agar bisa mengenali ciri gempa yang bisa memicu tsunami. Jika terjadi gempa selama 30 detik, masyarakat diimbau segera lari ke dataran tinggi.

"Jika gempa berlangsung secara terus menerus selama lebih dari 30 detik baik itu dengan guncangan keras maupun mengayun, masyarakat yang berada di daerah pantai agar segera lari ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terjadi tsunami," ucapnya.

Meski demikian, Abdul memahami kondisi psikologis masyarakat Mentawai karena pengalaman gempa sebelumnya. Menurutnya, masyarakat sudah trauma dan lebih mengungsi ke perbukitan.

"Tetapi kondisi psikologis dari gempa 2007, kemudian tsunami 2010, itu yang mengakibatkan masyarakat banyak memilih lari ke perbukitan meskipun siang hari informasinya siang hari itu turun lagi beraktivitas tapi malam kembali lagi ke daerah ketinggian untuk berjaga jaga sekiranya ada gempa susulan," kata Abdul.

"Dan kita tidak tahu apakah gempa susulan ini jika lebih kuat bisa menimbulkan tsunami, ini yang dikhawatirkan masyarakat," ujarnya. [lia]