Gempa Pangandaran Rusak Puluhan Rumah, 3 Warga Terluka

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVAGempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tadi pagi pukul 07:56 WIB mengakibatkan puluhan rumah rusak. Sejumlah warga pun terluka akibat bencana tersebut.

Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Budi Away Budiman menjelaskan, gempa tersebut merusak pemukiman di Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.

BPBD mencatat, lima unit rumah rusak di Pangandaran, 13 unit rumah rusak di Ciamis, tujuh rumah rusak di Kabupaten Tasikmalaya, satu rumah rusak berat di Garut dan tiga rumah rusak di Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Kapal Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang Banten, 3 Orang Tewas

"Tiga orang Luka. dua orang di Kabupaten Ciamis dan satu orang di Kota Tasikmalaya. Korban luka-lula sudah dilarikan ke Klinik terdekat," ujar Budi, Minggu 25 Oktober 2020.

Diketahui, gempa bumi terjadi berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo - Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Guntur (Kec Tarogong Kaler, Garut) dan PGA Gede (Kec Cicuruk, Sukabumi) dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), dan Pos PGA Galunggung (Kec. Padakembang, Tasikmalaya) dengan intensitas II MMI.

Informasi dari tim Badan Geologi yang berada di Kota Bogor, guncangan dirasakan dengan intensitas II MMI. Guncangan gempa bumi juga terekam pada stasiun pemantauan G. Salak, G. Slamet, dan G. Ijen, namun guncangannya tidak dirasakan.

Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran dengan intensitas III-IV MMI, di Cilacap, Kuningan, Garut, dengan intensitas III MMI. Serta di Kab. Bandung, Banyumas, Kutoarjo, Kebumen, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Bandung dengan intensitas II-III MMI.

Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.