Gempar, Atlet Inggris Sebut Olimpiade 2020 Sebagai Penjara

·Bacaan 1 menit

VIVA – Atlet jalan cepat dari Inggris Raya, Tom Bosworth, mencurahkan keluh kesahnya terkait pelaksanaan Olimpiade 2020 Tokyo. Dia menyebut, apa yang ia alami sama dengan berada di penjara.

Kritik pedas Tom Bosworth tak lepas dari berpindahnya lokasi perlombaan jalan cepat dan maraton pria maupun wanita.

Panitia Olimpiade memindahkan perlombaan 805 kilometer (km) ke utara Tokyo untuk menghindari iklim musim panas Jepang yang terlalu menyengat. Alhasil, para atlet dari nomor tersebut tidak tinggal di Desa Olimpiade selama bertanding.

Para atlet kemudian tinggal di salah satu lokasi di Sapporo. Bukan karena pemindahan lokasi yang ia sesalkan, namun pelayanan dan akomodasi buruk untuk para atlet lari pesaing tuan rumah adalah masalah besarnya.

Bosworth pun meluapkan emosinya di media sosial. Namun, melansir The Sun, unggahan tersebut telah dihapus karena ramai diperbincangkan netizen.

"Hei IOC Media, Anda tahu jutaan kantong uang yang Anda hasilkan dari Olimpiade? Apakah ada peluang di pekan kami bertanding, kami bisa mendapatkan makanan? makanan sesungguhnya," tulis Tom Bosworth.

"Bukan slop dingin, bawang kukus atau pasta setengah matang. Ini adalah puncak olahraga, Sapporo terasa seperti penjara. Selamat dayang di ruang makan sekolah yang penuh keringat dan didapat dari kerja keras seumur hidup." tulisnya lagi.

Sejauh ini, Komite Olimpiade Tokyo 2020 belum mengeluarkan komentar resmi terkait komentar tersebut. Sedangkan tim Inggris Raya dilaporkan tengah menyelidiki klaim yang dibuat Bosworth.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel