Genangan Runway Surut, Bandara Ahmad Yani Semarang Dibuka Lagi

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Cuaca buruk dan curah hujan yang ekstrem sempat menyebabkan landasan pacu Bandara Ahmad Yani tergenang. PT. Angkasa Pura 1 Ahmad Yani pun menutup bandara sehari penuh pada hari Sabtu kemarin.

Setelah petugas melakukan upaya antara lain dengan menghidupkan 54 unit pompa untuk menyedot air, hari ini Minggu, 7 Februari 2021, runway sudah bisa digunakan lagi.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto menyampaikan, kegiatan operasional di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani pagi ini sudah kembali beroperasi normal seperti semula.

"Penanganan khusus yang telah kami lakukan sejak tadi malam sampai dengan pagi hari saat sebelum operasional adalah melakukan pengeringan dan pembersihan area landas pacu (runway) menggunakan kendaraan Runway Sweeper untuk membersihkan Foreign Object Damage (FOD) serta genangan air yang berada di area runway dan taxiway," kata Hardi.

Selain itu kendaraan birdstrike juga selalu dipergunakan untuk mengusir burung-burung yang berada di bahu runway. "Kami akan selalu memonitor keadaan di lapangan untuk memantau perkembangan cuaca serta trafik pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo," imbuhnya.

Ia menambahkan setelah kemarin setidaknya ada 21 penerbangan yang batal atau di-reschesule, pada hari ini terdapat 26 penerbangan yang beroperasi, diantaranya 13 penerbangan kedatangan dan 13 penerbangan keberangkatan dengan rute penerbangan Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, dan Makassar.

Terdapat satu penerbangan cancel pada hari ini, yaitu Wings Air IW 1802 tujuan Semarang – Denpasar. Meski demikian, penerbangan pertama telah diberangkatkan pada pukul 06.30 WIB, adalah Wings Air IW 1800 tujuan Semarang – Surabaya.

Sementara untuk pesawat yang pertama kali mendarat pada pukul 06.55 WIB adalah Garuda Indonesia GA 232.

Berdasarkan data dari BMKG, curah hujan rata-rata di Bandara Ahmad Yani pada bulan Februari selama 30 tahun (1990 – 2019) adalah sebanyak 357,5 milimeter. Sedangkan pada tanggal 5 dan 6 Februari 2021 kemarin kriteria hujan di Kota Semarang dan sekitarnya berada pada kategori ekstrem, yaitu > 150 mm/hari.

"Maka dari itu dengan adanya langkah-langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan normal secara terus menerus," jelas Hardi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pagi ini, Minggu, 7 Februari 2021, bertolak ke Semarang guna meninjau simpul-simpul transportasi seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan terminal, yang terdampak banjir sejak kemarin di kota tersebut.

Menhub berencana akan memantau operasional Bandara Ahmad Yani, Semarang, yang sempat terkendala banjir akibat tingginya curah hujan dan luapan rob di kota itu.

"Saya mendapat laporan bahwa Bandara Ahmad Yani Semarang mulai Minggu pagi ini sudah bisa digunakan dengan catatan tertentu. Maka saya ingin mengecek kondisi terkini di bandara, stasiun, dan pelabuhan," kata Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Minggu 7 Februari 2021.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno