Gencatan Senjata antara Israel-Hamas Masuki Hari Ketiga, Mesir Jadi Mediator Utama

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah memasuki hari ketiga ketika pihak mediator berbicara kepada semua pihak untuk memperpanjang periode tenang setelah pecahnya pertempuran terburuk dalam beberapa tahun yang menyebabkan setidaknya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, terbunuh oleh pemboman Israel.

Pihak mediator yakni Mesir telah bolak-balik antara Israel dan Jalur Gaza, yang diperintah oleh Hamas, untuk mencoba mempertahankan gencatan senjata dan juga telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat yang diduduki. Demikian seperti melansir Al Jazeera, Senin (24/5/2021).

Menteri luar negeri Mesir juga bertemu dengan pejabat tinggi Yordania pada Minggu (23/5) untuk membahas de-eskalasi dan cara untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Timur Tengah.

Polisi Israel Kembali Serang Palestina

Orang-orang melewati tumpukan puing di samping bangunan yang hancur oleh serangan udara Israel, di Kota Gaza, Jumat (21/5/2021). Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata di Jalur Gaza setelah 11 hari pertempuran. (AP Photo/John Minchillo)
Orang-orang melewati tumpukan puing di samping bangunan yang hancur oleh serangan udara Israel, di Kota Gaza, Jumat (21/5/2021). Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata di Jalur Gaza setelah 11 hari pertempuran. (AP Photo/John Minchillo)

Di tempat lain, puluhan pemukim Yahudi, diapit oleh pasukan khusus Israel yang bersenjata berat, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Hal ini pun semakin meningkatkan ketegangan beberapa jam setelah jamaah Palestina dipukuli dan diserang oleh polisi Israel, menurut otoritas Islam yang mengawasi situs.

Mengutip saksi, kantor berita Palestina WAFA mengatakan polisi Israel pada hari Minggu (23/5) sebelumnya menyerang jamaah Palestina yang sedang melakukan sholat subuh di masjid dan "memukuli secara berlebihan" mereka untuk memberi jalan bagi pemukim Yahudi Israel untuk menyerbu kompleks tersebut - situs paling suci ketiga Islam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel