"Gendut Siapa Takut?!" soroti pentingnya miliki sikap self-acceptance

Film komedi romantis “Gendut Siapa Takut?!” karya sutradara Pritagita Arianegara membawa pesan tentang pentingnya membangun kesadaran terhadap sikap penerimaan diri (self accptence) dalam kemasan yang ringan.

“Kalau dari saya sendiri (pesan yang dibawa) lebih kepada awareness (kesadaran) kepada self accptence, artinya kita harus bisa mencintai diri kita sendiri,” kata sutradara yang akrab disapa Prita itu saat konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Senada, produser Rajesh Kewalram Jagtiani mengatakan film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang untuk menerima diri mereka apa adanya dengan mencintai kekurangan dan menjadikannya sebagai sebuah kelebihan, serta berani melawan ketika mendapat perundungan.

“Gendut Siapa Takut?!” akan tayang secara serentak di bioskop mulai 22 September mendatang. Diadaptasi dari buku berjudul sama karya Alnira, film ini mengikuti kisah Moza Aphrodite (diperankan oleh Marshanda), seorang penulis novel roman laris yang selalu berkhayal mendambakan pangeran impiannya.

Meskipun berbadan gendut, Moza sangat percaya diri dengan penampilannya. Suatu ketika, ia dihadapkan pada sebuah pilihan cinta yang sulit, yaitu teman masa kecil yang paling dibenci bernama Nares (diperankan oleh Wafda Saifan Lubis) ataukah sutradara terkenal dan tampan bernama Dafi (diperankan oleh Marthino Lio).

Rajesh mengatakan sejak awal pihaknya ingin membuat sebuah film yang menyenangkan untuk ditonton. Menurutnya, film ini benar-benar menghibur dan memberikan perasaan bahagia kepada penonton.

Hal yang serupa juga dikatakan Prita, menyebutkan bahwa “Gendut Siapa Takut?!” layak untuk ditonton karena dikemas secara ringan dan membuat penonton bahagia. Energi kebahagiaan itu tak hanya dimunculkan dalam dialog berbalut komedi yang dituturkan setiap tokoh, melainkan juga dari pemilihan set dan visual film dengan warna kuning cerah.

Bagi Prita, warna tersebut merepresentasikan kebahagiaan yang membuat diri menjadi semangat. Ia mengaku merasa beruntung dapat bekerja sama dengan rekan production designer dan sinematografer yang telah membantunya untuk menciptakan visual seperti yang digambarkan dalam film.

Sementara itu, Marshanda menggambarkan komedi romantis yang tersaji dalam “Gendut Siapa Takut?!” seperti ketika seseorang memakan salted caramel yang crispy yang memunculkan rasa renyah sekaligus manis.

Ia mengaku senang karena beradu akting dengan Wafda serta dengan para pemain lain yang saling mendukung dan membantu satu sama lain sehingga dirinya bisa membangun chemistry yang baik.

“Nggak ada pagar di antara kita semua. Jadi ngebangun chemistry sampai ke karakter aku dan Nares yang dipedekatein seperti itu sweet-nya berasa, sampai pas nonton tadi juga sangat amat, itu terasa banget,” kata Marshanda.

Ketika ditawari bermain di film “Gendut Siapa Takut?!” dan membaca skenarionya, Marshanda mengaku langsung menyanggupi karena merasa memiliki chemistry atau kedekatan dengan cerita yang disajikan.

“Aku senang banget karena berkesempatan untuk diajak main dengan mbak Prita, dengan tim yang luar biasa, oleh Spektrum Film juga, dan para pemain yang luar biasa banget, aku jadi merasa nyaman karena ini sudah lumayan lama aku nggak syuting lagi,” kata Marshanda.

Baca juga: Marshanda bahagia kembali ke layar lebar

Baca juga: Makna menghargai tubuh dalam film "Gendut Siapa Takut?!"


Baca juga: Film "Gendut Siapa Takut?!" resmi rilis poster dan trailer perdana