Generasi Gagap Teknologi Jadi Akar Masalah Transformasi Digital di UMKM

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Usia pelaku usaha menjadi masalah klasik dalam pengembangan digitalisasi UMKM. Jauh sebelum pandemi Covid-19, terjadi transformasi digital memang telah terbentur kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan teknologi.

"Masalah klasik kita rata-rata UMKM kita ini rance umurnya bukan anak muda, makanya digitalisasi ini sulit," kata Operation and Partnership Management 99% Usahaku Telkomsel, Roy Krisdianto dalam Dialog Geliat Digitalisasi UMKM, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Digitalisasi akrab dengan penggunaan teknologi seperti komputer maupun telepon pintar. Penggunaan komputer ini lah yang menjadi kendala bagi masyarakat yang belum melek teknologi.

Selain itu perubahan pola bisnis online juga menjadi kendala lainnya. Dalam penjualan online pelaku usaha khawatir uang dari penjualan produknya tidak bisa digunakan. Padahal produk yang dibeli masih dalam proses pengiriman oleh ekspedisi.

"Mereka ini khawatir uangnya tidak bisa diterima. Dia enggak yakin uangnya ada padahal masih di tahap pengantaran," ungkapnya.

Generasi Melek Digital

Pemprov DKI Berikan Insentif UMKM di Tengah Pandemi
Pemprov DKI Berikan Insentif UMKM di Tengah Pandemi

Kondisi ini berbeda dengan pelaku usaha yang sudah melek digital. Generasi muda ini kata Roy lebih mudah dalam mengakses perubahan.

Bahkan mereka bisa dengan mudah berjualan di market place tanpa perlu memiliki keterampilan berbinsis terleih dahulu.

"Generasi muda kita dari SMK atau anak-anak sekarang ini sudah berasni masuk ke market place," kata dia.

Roy menyebut persentasi anak muda dalam dunia usaha ini mencapai 70 persen. Sehingga perannya pun sangat penting bagi para pelaku UMKM yang sudah berpengalaman namun sulit menerima kehadiran teknologi.

"Ini butuh konsentrasi kita, bagaimana agar anak muda ini bisa membantu mereka yang belum bisa tersentuh teknologi," kata dia.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah maupun swasta untuk menolong generasi gagap teknologi (gaptek) dengan memberikan beragam referensi keberhasilan transformasi digital. Cara ini dinilai bisa menjadi alternatif agar mereka memiliki kemauan untuk bertransformasi menggunakan teknologi digital.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Ini