Generasi muda tumpuan baru untuk urai benang kusut Peristiwa '65

·Bacaan 1 menit

Selama lebih dari lima dekade, tragedi berdarah yang menyebabkan banyak orang dibunuh, dipenjara, dan diasingkan tanpa melalui keputusan pengadilan atas dugaan keterlibatan mereka dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) belum juga mendapatkan titik terang.

Berbagai dokumen dan riset menunjukkan jumlah korbannya bervariasi dari ratusan ribu hingga jutaan.

Penyintas dan keluarga yang harus menderita karena kehilangan anggota keluarga mereka atau harus berpisah secara paksa masih menunggu keadilan yang tidak kunjung datang.

Di episode podcast SuarAkademia kali ini, kami ngobrol bersama Gloria Truly Estrelita, seorang mahasiswa doktoral dari pusat studi kajian Asia Tenggara di EHESS, Paris. Ia meneliti Peristiwa 1965 untuk disertasinya, dan mencoba membicarakan tentang upaya apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendorong terwujudnya resolusi dan rekonsiliasi.

Meski menyadari bahwa upaya mencapai rekonsiliasi masih jauh, Gloria melihat ada harapan baru dari gerakan-gerakan yang dimotori oleh kaum muda untuk mendorong perubahan melalui diskusi terkait Peristiwa 1965 terutama di ruang virtual.

Di antaranya ada Faith in Speculation, sebuah kartografi interaktif; 1965 Setiap Hari yang mengangkat certa-cerita terkait 1965; dan Ingat65, sebuah platform yang menyediakan ruang bagi kaum muda untuk memberikan refleksi mereka terkait Peristiwa 1965.

Namun, apakah gerakan-gerakan ini mampu membawa perubahan yang didambakan?

Simak jawabannya di episode terkini SuarAkademia – ngobrol isu terkini bareng akademisi dan peneliti.

Seperti yang juga sudah disebutkan di dalam podcast, Ika Krismantari, penulis artikel dan editor pemantik diskusi pada episode ini, adalah salah satu pendiri Ingat65.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel