Generasi Z dan Milenial Melek Teknologi, tapi Harus Hati-hati

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAMilenial adalah mereka yang lahir antara 1980 hingga 1996. Generasi ini tumbuh pada era digital dan dikenal nyaman dengan teknologi dan media sosial. Sementara generasi Z lahir antara 1997 hingga 2012.

Generasi ini tumbuh dan tertarik dengan dunia teknologi sejak masih kanak-kanak. Bagi generasi Z maupun milenial, adanya kemudahan membeli rumah atau aset lainnya seperti mobil harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Karena, mereka menginvestasikan dana yang dimiliki untuk sesuatu yang lebih produktif.

Baca: Edho Zell Rela Jual Motor demi Jadi YouTuber

"Sebagai contoh apabila mereka mau membeli hunian, hal ini bisa sebagai bentuk investasi masa depan karena akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat saat mereka sudah berusia 40 tahunan," kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, Selasa, 30 Maret 2021.

Menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021, ketika diberikan pertanyaan prioritas keuangan apa yang akan diambil dalam satu tahun ke depan, jawaban sebagian besar generasi Z dan milenial adalah mereka akan terus menabung untuk bisa membeli rumah.

"Jawaban ini dinyatakan oleh 77 persen responden. Sedangkan 68 persen responden mengaku akan membelanjakan untuk kebutuhan keluarga, dan 61 persen responden lainnya untuk kebutuhan pendidikan. Hanya 19 persen responden yang ingin membeli mobil," ungkapnya.

Marine juga menjelaskan bahwa ketidakmampuan membayar uang muka (down payment/DP) memang menjadi hambatan konsumen atau kesulitan yang dihadapi ketika mengambil kredit pemilikan rumah (KPR).

"Membayar uang muka KPR memang jadi masalah tersendiri bagi sebagian konsumen. Oleh karena itu, berbagai strategi dilakukan untuk mempersiapkan uang muka pembelian properti," jelas dia.

Survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 juga menyebutkan mayoritas atau sekitar 59 persen responden menyatakan mereka mulai menabung sebelum mencari rumah. Sedangkan 25 persen responden menyatakan bahwa mereka mulai menabung setelah memperkirakan biaya untuk membeli rumah.

Sementara 11 responden mulai menabung setelah memutuskan properti yang akan dibeli, dan 5 persen responden meminta dana dari orangtua maupun keluarga untuk membayar uang muka.