Geng motor di Pekanbaru beraksi lagi, bawa kayu cari mangsa

MERDEKA.COM. Setelah kasus Klewang, aksi geng motor Pekanbaru, Riau, kini muncul lagi. Kali ini para pemuda tanpa mengenakan helm itu berkeliaran dengan membawa kayu bulat sekitar dengan panjang sekitar satu meter, Minggu (23/6) dini hari.

Pantauan merdeka.com, sekitar pukul 02.00 wib, di Jalan Kaharudin Nasution, tepatnya daerah Marpoyan, Pekanbaru, sekitar 30 kendaraan geng motor berputar-putar konvoi seperti mencari incaran. Ada juga sebagian anggota geng motor berkumpul di tempat biliar tepatnya di sebelah kampus Universitas Islam Riau (UIR).

Masing-masing kendaraan berisikan dua orang dengan menggenggam kayu di tangan. "Mereka lari kesana woi, kita kejar ke sana saja," ujar salah seorang anggota geng motor sambil menunjukkan ke arah kawasan Kubang.

Salah seorang pedagang kaki lima, Umar kepada merdeka.com mengatakan, dirinya mengaku ketakutan, hingga menutup lapaknya.

"Dari tadi mereka muter-muter di jalan ini, seperti ada yang mereka cari, dagangan langsung tutup, tapi saya tetap di sini menjaga barang dagangan saya," ujar Umar.

Umar juga mengatakan ada seorang pemuda yang dikeroyok anggota geng motor itu. "Saya dengar dari cerita-cerita mereka ada yang dipukuli oleh anggota geng motor," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi ke Mapolsek Bukit Raya, pihak kepolisian mengaku sudah mendapat laporan adanya anggota geng motor yang berkeliaran membawa kayu di kawasan Marpoyan tersebut.

"Beberapa anggota polisi sedang berpatroli mengantisipasi terjadinya keributan, kita pun sedang stand by berjaga," ujar salah seorang polisi berpakaian preman di Mapolsek Bukit Raya.

Kapolsek Bukit Raya Darmawan Kompol Marpaung sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi, guna memberikan keterangan terkait adanya keributan antar geng motor tersebut.

Para anggota geng motor masih berkeliaran seperti mencari mangsa, hingga pukul 04.00 wib, namun pada pukul 05.00 wib Jalan Kaharudin Nasution, Marpoyan sudah kembali aman. Mereka membubarkan diri, tapi tidak diketahui ke mana arahnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.