Geng Motor Enjoi MBR Bacok Polisi, Jimmy Taubat Jadi Mualaf

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi geng motor bernama Enjoi MBR bikin geleng-geleng. Dua pentolan geng motor ini diciduk polisi karena perbuatan kriminalnya yang membacok seorang anggota polisi dari Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

Geng motor yang pesonelnya masih remaja itu nekad berbuat konyol mulai pesta miras sebelum beraksi sampai mengajak tawuran warga Menteng. Selain geng motor, isu kriminal masih jadi perhatian pembaca VIVA sehingga masuk terpopuler di kanal News.

Artikel kriminal itu terkait perbuatan cabul Bos salah satu Bank Internasional, Jimmy (47) kepada dua sekretarisnya. Jimmy dikabarkan menangis sepanjang malam di sel tahanan yang kemudian mendapat hidayah.

Dari daerah, ada pemancing bernama M. Lahagu (36) yang diduga diterkam buaya. Mendiang Lahagu sempat dilaporkan hilang yang kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Selain itu, ada status tersangka terhadap 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang menuai kritikan publik terhadap Polri. Sebab, 6 laskar FPI sudah meninggal dunia karena ditembak anggota polisi.

Berikut lima artikel terpopuler di kanal News VIVA sepanjang Kamis, 4 Maret 2021.

1. Pembacok Anak Buah AKBP Iver Ditangkap Ternyata Geng Motor Enjoi MBR

Polisi berhasil menangkap dua pelaku pembacokan terhadap anggota Polsek Menteng, Aiptu Dwi Handoko. Ternyata dua pelaku itu adalah bagian geng motor bernama Enjoi MBR.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh mengatakan, kedua pelaku adalah RD (22) dan LO (21). Keduanya adalah warga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Baca selengkapnya di sini.

2. Ditahan Polisi, Jimmy Menangis dan Jadi Mualaf

Penyesalan selalu datang belakangan. Kalimat itu mungkin cocok untuk Jimmy (47), bos salah satu bank di Jakarta Utara. Dia ditangkap polisi karena pelecehan seksualnya terhadap dua sekretarisnya.

Usai menangis, pelaku memutuskan untuk berpindah keyakinan setelah ditahan. Jimmy kabarnya mengaku mendapat hidayah bertaubat sehingga berpindah keyakinan jadi muslim. Baca selengkapnya di sini.

3. Pemancing Tewas Diterkam Buaya, Potongan-potongan Tubuh Ditemukan

Sempat dilaporkan hilang, seorang pemancing ikan bernama M Lahagu (36) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di Indragiri Hulu, Jambi.

Kepolisian bersama warga menemukan sebagian potongan tubuh korban berupa dua potongan kaki. Diduga, korban diterkam buaya saat memancing ikan. Baca selengkapnya di sini.

4. Pengawal Habib Rizieq yang Meninggal Dijerat Pasal Penganiayaan

Polisi kembali jadi sorotan. Kali ini, penetapan tersangka terhadap enam laskar FPI yang sudah almarhum. Keenam orang tersebut meninggal karena ditembak aparat polisi.

Status enam tersangka itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi. Dia menekankan dari perkara bersama dengan kejaksaan, ditetapkan keputusan jika keenam pengawal Habib Rizieq tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Baca selengkapnya di sini.

5. 6 Almarhum Laskar FPI Jadi Tersangka, Pengacara: Polisi Tak Ikuti UU

Bareskrim Polri menetapkan enam orang laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 sebagai tersangka. Langkah polisi jadi pertanyaan karena enam orang tersebut sudah meninggal dunia.

Juru bicara tim kuasa hukum keluarga korban 6 anggota laskar FPI, Hariadi Nasution menyampaikan kritik keras terkait cara polisi tersebut. Polisi pun akhirnya menerbitkan SP-3 terkait kasus enam tersangka laskar FPI tersebut. Baca selengkapnya di sini.