Geng motor penikam jurnalis Trans TV dibekuk

MERDEKA.COM. Satuan Polrestabes Makassar dan Polres Soppeng akhirnya berhasil membekuk A Fadli Rahmansyah alias Eli (22), pelaku penikaman Muhammad Ardiansyah alias Endy. Jurnalis Trans TV itu ditikam oleh anggota geng motor Kamis (9/5) di Jalan Urip Sumiharjo lalu.

Pelaku yang melarikan diri keluar Makassar ini ditangkap di Kabupaten Soppeng, Minggu (19/5) sekitar pukul 03.00 Wita. Dia bersembunyi di sebuah rumah kos di Jalan Muhajirin Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi kepada wartawan Minggu (19/5) mengatakan pelaku dikejar hingga ke Soppeng. Usai menikam korban, pelaku meninggalkan rumahnya di Jalan Pettarani II, kecamatan Panakukkang kota Makassar.

"Setelah ditangkap subuh tadi diduga pelaku dibawa ke Polres Soppeng untuk diinterogasi sekaligus pendalaman oleh penyidik," jelas Endy.

Usai penyidikan, diduga pelaku perampasan dan penikaman kontributor Trans TV dibawa ke Makassar.

Sebelumnya, pada Kamis (9/5) subuh sekitar pukul 04.20 Wita, Endy dan rekannya Harus Rasyid diikuti oleh empat orang pengendara motor dari Jalan Andi Pangerang Pettarani. Kedua wartawan itu hendak menuju kantor Trans TV di Jalan Ahmad Yani, namun tepat di depan kantor Dinas Pariwisata Makassar Jalan Urip Sumiharjo, keduanya dipepet hingga terjatuh.

Pelaku kemudian menikam Endy tepat di paha sebelah kanan, sebuah BlackBerry miliknya juga dirampas pelaku yang berjumlah empat orang. Saat terjadi penikaman, rekan korban Harun menyelamatkan diri ke rumah warga.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.