Genjot digitalisasi UMKM perempuan, Citi Indonesia gandeng Benih Baik

Citi Indonesia menggandeng BenihBaik.com untuk meningkatkan kemampuan digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dimiliki perempuan.

“Perempuan di sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemulihan ekonomi. Oleh sebab itu, mereka perlu memiliki akses dan kepiawaian dalam memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi digital untuk dapat memperluas akses pasar dan modal,” kata Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Kerjasama yang fokus pada program peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi digital tersebut dilaksanakan di kawasan Jabodetabek. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan daya jual produk UMKM.

“Kerjasama yang kami lakukan dengan BenihBaik.com akan secara perlahan menutup kesenjangan yang ada sehingga para perempuan pemilik UMKM dapat bersaing di era digital dan pascapandemi seperti saat ini” ujar Puni.

UMKM menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan tenaga kerja. Lebih lanjut mengenai peran perempuan, Pemerintah menyatakan bahwa UMKM yang dimiliki dan dipimpin perempuan memegang peranan penting dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi.

Dilihat dari sisi kepemilikan, di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

“Melalui dukungan Citi Indonesia, kami berharap mereka dapat menjadi semakin tangguh dan berdaya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada” ungkap CEO dan Founder BenihBaik.com Andy F Noya.

Adapun program tersebut akan berlangsung selama dua bulan yang akan terdiri dari delapan sesi pelatihan per minggu. Setiap sesi pelatihan akan diisi dan dibimbing oleh seorang mentor yang ahli di bidangnya.

Setiap minggu, para peserta akan melakukan pre-test dan post-test untuk mengukur kemajuan mereka selama program. Topik yang dibahas diantaranya adalah strategi bisnis, pemasaran, branding, pengelolaan keuangan, service excellence, strategi perluasan pasar, dan kepemimpinan.

Program pelatihan kemampuan digital tersebut merupakan bagian dari inisiatif global tahunan Citi, yaitu Global Community Day. Pada tahun ini, Citi secara global mengangkat tema “Recovery and Renewal”.

Di Indonesia, Citi berupaya untuk membantu kebangkitan UMKM Indonesia dari dampak pandemi COVID-19, baik melalui program pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan volunteering yang diikuti oleh karyawannya. Pada Global Community Day tahun ini para Citi Volunteers telah berbagi ilmu dan pengalaman terkait beragam topik kepada lebih dari 1.100 penerima manfaat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemenkop UKM dorong UMKM optimalkan ekosistem digital

Baca juga: BI: Keterbatasan infrastruktur jadi tantangan digitalisasi UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel