Genjot ekspor ke Tiongkok, Mendag luncurkan platform dagang digital

Faisal Yunianto
·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meluncurkan platform dagang digital Indonesia Store (IDNStore) untuk mendorong penetrasi produk Indonesia, khususnya produk usaha kecil dan menengah (UKM) ke Tiongkok, termasuk Hongkong dan Taiwan yang digelar secara digital.

“Sudah saatnya seluruh UKM Indonesia yang berorientasi ekspor mengoptimalkan pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan kinerja ekspornya,” kata Lutfi lewat keterangannya diterima di Jakarta, Kamis.

Lutfi menyampaikan, percepatan penggunaan teknologi telah terbukti menjadi salah satu alat yang efektif dan efisien untuk mempromosikan produk ekspor, termasuk sisi penyediaan data dan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Turut hadir secara virtual Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, Konsul Jenderal RI Hongkong merangkap Macao Ricky Suhendar, Konsul Jenderal RI Shanghai Deny W. Kurnia, Konsul Jenderal RI Guangzhou Gustanto, dan Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Budi Santoso.

IDNStore merupakan platform dagang digital dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Platform tersebut diharapkan dapat memungkinkan transaksi secara bisnis-ke-bisnis (B2B) maupun bisnis-ke-konsumen (B2C) antara pelaku usaha Indonesia yang terdaftar dengan calon pembelinya di negara-negara tersebut.

Selain itu, platform ini juga menyediakan fitur pameran virtual secara langsung (live e-exhibition) dan kode QR yang mendukung kegiatan promosi virtual.

Ribuan produk Indonesia dengan berbagai kategori dari lebih dari 1.000 pelaku usaha telah ditampilkan di IDNStore. Produk-produk tersebut di antaranya produk pertanian, hasil laut, produk otomotif, makanan dan minuman, pakaian, produk kesehatan dan kecantikan, produk kerajinan, serta dekorasi rumah.

Menurut Mendag, beberapa permasalahan yang dihadapi UKM, antara lain keterbatasan kapasitas produksi, modal, sumber daya manusia, kemampuan dalam pemenuhan standar, serta keterbatasan dalam pemasaran produk.

“Promosi secara digital merupakan salah satu solusi yang dapat membantu UKM dalam memasarkan produknya, khususnya di tengah pandemi COVID-19,” tegasnya.

Sejumlah capaian telah dihasilkan melalui platform IDNStore, antara lain investasi perkebunan buah naga dan pisang di Indonesia dengan tujuan ekspor ke pasar Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab (Uni Emirat Arab/UEA).

Sebagai proyek percontohan, telah disepakati lahan seluas 30 hektare di Sulawesi Selatan dari total 1.500 hektare yang disediakan untuk perkebunan tersebut.

Selain itu, melalui IDNStore sebanyak tiga UKM Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana produk makanan ke Hongkong pada 7 Desember 2020 lalu. Pelepasan ekspor perdana tersebut dikawal Konsul Perdagangan Hongkong.

“Selain mengoptimalkan upaya penetrasi pasar ke kawasan Tiongkok dan sekitarnya, platform ini juga berperan sebagai inkubator sekaligus pijakan (benchmark) bagi UKM Indonesia untuk menyasar pasar-pasar ekspor di kawasan lain,” lanjut Mendag.

Dubes RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun menambahkan, ada peluang yang besar untuk masuk ke pasar Tiongkok dan sekitarnya dengan mengoptimalkan platform digital.

“Digitalisasi salah satunya dengan adanya IDN Store diharapkan mampu mencapai celah-celah pasar yang tentunya tidak dapat dijangkau melalui kegiatan promosi konvensional. Apalagi, hal itu didukung juga dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna internet di Tiongkok,” kata Djauhari.

Pada periode Januari–November 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok, Hongkong, dan Taiwan secara akumulatif mencapai 31,46 miliar dolar AS, dengan kontribusi terbesar didominasi Tiongkok dengan nilai sebesar 26,61 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor Indonesia ke Tiongkok di antaranya nikel, minyak sawit, batu bara, pulp, baja, kertas dan produk kertas. Untuk Hongkong yaitu produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik, dan tembakau. Sementara ke Taiwan antara lain mesin dan peralatan listrik, plastik, kertas, besi dan baja, kain rajutan atau kaitan, filamen buatan, alumunium, tembaga, dan lainnya.

Baca juga: BNI Hong Kong fokus jembatani pebisnis Indonesia di pasar global
Baca juga: Kemendag diminta kembangkan aplikasi digital bantu UKM tembus global
Baca juga: Kemarin, ekspor kereta api hingga target 30 juta UMKM digital 2021