Genjot Food Estate, Menko Luhut Tegaskan Pertanian RI Harus Modern

Raden Jihad Akbar, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, terdapat tiga pokok utama dalam pengembangan sektor pertanian. Pertama, pupuk, bibit, dan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Hal itu dikatakannya saat kunjungan ke Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian di Tangerang, didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPT Hammam Riza.

Kegiatan itu dilakukan untuk tinjauan kesiapan alat dan mesin pertanian di Indonesia. Hal ini penting dalam upaya mengembangkan sejumlah food estate yang ditetapkan Presiden Joko Widodo di sejumlah daerah.

Baca juga: KPK Ungkap Duit Korupsi Benur Dipakai Edhy Prabowo Beli Wine

"Untuk memajukan food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah serta pertanian di Indonesia, kita perlu menggarap sektor pertanian secara modern agar mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Luhut dikutip dari keterangannya, Kamis 28 Januari 2021.

Luhut meminta, Kementerian Pertanian terus mengembangkan berbagai teknologi, dan alat pertanian modern ke depannya. Sebab, tidak menutup kemungkinan, alat-alat itu nantinya akan diproduksi di dalam negeri.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah mendorong Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Untuk bidang pertanian seperti lat pekerjaan serta persiapan lahan, penanaman, panen, dan setelah panen.

“Pengembangan food estate di Sumatera Utara telah banyak menggunakan peralatan produksi dalam negeri, seperti PT Pindad dan UMKM,” ucapnya.

Dia menambahkan, kemandirian teknologi akan alat dan mesin pertanian ini juga perlu diperkuat supaya daya saing nya dapat dibandingkan dengan alat dan mesin impor. Melalui penggunanan alat dan mesin buatan masyarakat, hal ini dinilai dapat membantu dan menambah penghasilan masyarakat.

Untuk dia, dengan koordinasi dan sinergi antar kementerian dan lembaga, pengembangan teknologi ini dapat mendukung industri pertanian dalam negeri.

“Bukan hanya teknologi, tetapi telah dilakukan training kepada anak-anak muda terkait pertanian untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat kita. Agar teknologi yang sudah dihasilkan dapat diproduksi massal dan bermanfaat bagi pertanian di Indonesia,” ucap dia lagi.