Genjot Kinerja Ekspor, Jatim Jadi Provinsi dengan Desa Devisa Terbanyak di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah terus menggenjot ekspor produk Indonesia guna mendorong perekonomian. Tak hanya produk industri besar, UMKM-pun juga didorong agar produk mereka menembus pasar global. salah satunya melalui dengan program desa devisa.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut desa devisa di provinsi yang dipimpinnya terbanyak se-Indonesia.

"Kami berharap dengan bertambahnya desa devisa di Jatim bisa meningkatkan kinerja ekspor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Khofifah dikutip dari Antara, Kamis (3/10).

Sebelumnya, Khofifah bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meresmikan enam desa devisa baru di Jatim meliputi Desa Parengan yang memproduksi tenun ikat di Kabupaten Lamongan, Desa Punjung (Olahan Jahe) di Kabupaten Pacitan, Desa Minggirsari (Kendang Jimbe) di Kabupaten Blitar, Desa Ngubalan (Kerajinan Akar Jati) di Kabupaten Ngawi.

Khofifah mengaku optimistis akan mampu meningkatkan kinerja ekspor di Jawa Timur khususnya para pelaku UMKM sehingga dalan waktu yang sama juga akan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

"Kami berharap kuota desa devisa dapat semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung desa devisa sebagai jembatan bagi produk lokal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan nasional," ujar Khofifah.

Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar mengatakan, enam desa devisa yang diluncurkan kali ini, selanjutnya akan diberikan pendampingan dan pelatihan oleh LPEI dalam rangka mendorong ke enam desa tersebut menembus pasar ekspor.

Pembiayaan Rp5,4 Triliun

Selain itu enam desa devisa ini diharapkan dapat menjadi pilot project sebagai percontohan untuk desa lainnya sehingga dapat menjadi daya ungkit untuk maju bersama menjadi desa berorientasi ekspor.

"LPEI kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang akan bersama-sama mendorong 36 desa yang berada di 6 lokasi di Jawa Timur," katanya.

Lebih lanjut, Chesna F. Anwar juga menyampaikan bahwa Desa Devisa di Jawa Timur adalah yang terbanyak di Indonesia. Dia pun menambahkan, LPEI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang melibatkan 604 peserta dan berhasil menciptakan 50 eksportir baru sampai dengan September 2022.

Selain itu dari sisi pembiayaan UKM di Jawa Timur LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor sebesar Rp5,4 triliun per Juni 2022.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada LPEI atas dukungan yang diberikan melalui berbagai kerja sama yang telah dan tengah dilaksakanakan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Besar harapan kami melalui acara ini dapat mengoptimalkan sinergitas yang terjalin dalam rangka peningkatan neraca perdagangan serta mendorong pemulihan ekonomi," ujar Drajat Irawan. [idr]