Genjot pertumbuhan bisnis digital, Telin cetak laba Rp834,44 miliar

·Bacaan 2 menit

PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk yang menjalankan bisnis telekomunikasi di luar negeri membukukan pendapatan usaha pada tahun 2020 sebesar Rp9,62 triliun, atau tumbuh 28 persen dari tahun sebelumnya Rp7,51 triliun.

Telin juga membukukan pertumbuhan laba sebesar 346 persen menjadi Rp834,44 miliar pada tahun 2020 dari sebesar Rp187,03 miliar pada tahun 2019.

“Di tengah tantangan ekonomi dan pandemi COVID-19 yang berdampak di berbagai industri, Telin mampu mencatatkan kinerja yang solid di tahun 2020, terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bisnis digital, jasa voice, serta jasa jaringan data,” kata CEO Telin Sukardi Silalahi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan pertumbuhan kinerja keuangan Telin diperoleh dari pertumbuhan laba bersih yang signifikan dari bisnis digital retail, data center, enterprise, data digital connectivity, dan wholesale international digital business.

Pencapaian kinerja Telin dari bisnis internasional di antaranya meliputi layanan data center di Singapura dan Hong Kong, digital retail di HK, Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste, serta data dari international digital connectivity yang berkembang pesat saat ini.

Telin yang menjalankan bisnis telekomunikasi di luar negeri (global business arm) ini, selalu berkomitmen agar dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan dunia agar memiliki performansi yang baik akan memberikan pengaruh langsung bagi bangsa Indonesia yaitu devisa negara.

Di tengah pandemi COVID-19, teknologi digital telah memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat yang semakin dimudahkan dan akselerasi teknologi digital berlangsung cepat.

Telin memanfaatkan momentum ini untuk mengakselerasi kemajuan ekosistem digital melalui keragaman inovasi yang ditawarkan, tidak hanya kepada end user namun juga digital enterprise. Hal tersebut telah membuka peluang sinergi dan akselerasi digital untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah pandemi COVID-19, permintaan penggunaan bandwidth dari Amerika Serikat, Eropa, Asia ke Indonesia dan sebaliknya melonjak yang disebabkan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menjadikan aktivitas bekerja dan sekolah beralih ke rumah (Work From Home dan School From Home) serta penggunaan e-commerce yang tinggi.

“Kondisi tersebut membangun digital ekosistem yang secara langsung atau tidak langsung sudah dan akan menjadi kebiasaan digital lifestyle yang akan memengaruhi pola kehidupan interaksi antar manusia,” kata Sukardi.

Menurut catatan, Telin berfokus pada bisnis telekomunikasi internasional untuk mengelola dan mengembangkan bisnis di luar negeri.

Infrastruktur global Telin meliputi 207.260 kilometer sistem kabel, 58 Points of Presences (PoP), 10 kantor global, dan lebih dari 19 pusat data tier II sampai tier IV yang beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, dan Indonesia.

Baca juga: Telin siapkan strategi jadi pemain utama era "cloud economy"
Baca juga: BSSN-Telin bersinergi perkuat keamanan ruang siber
Baca juga: Tambahan frekuensi dinilai jadi modal Telkomsel garap bisnis digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel