Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Masyarakat Diminta Tetap Belanja

Merdeka.com - Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2022 konsisten alami kenaikan hingga mencapai 5,71 persen secara tahunan, atau year on year (YoY). Capaian ini dinilai tidak lepas dari angka penggunaan kredit, yang juga makin membesar.

"Apa ini maknanya, kalau kita lihat data kredit di sepanjang tahun ini, itu sudah mencapai pertumbuhan di atas 11 persen. Ini sebetulnya paralel dengan pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae dalam acara peluncuran aplikasi iDebKu, Selasa (8/11).

Menurut dia, capaian pertumbuhan ekonomi 5,71 persen jadi sinyal positif di saat banyak penduduk negara lain tengah terjebak dalam situasi krisis, salah satunya akibat konflik geopolitik Rusia dan Ukraina.

"Ini saya kira momentum yang sangat baik buat kita untuk membangun kepercayaan diri di tengah-tengah persoalan geopolitik. Walaupun kita tetap harus hati-hati, saya kira memang optimisme itu harus dijaga," tuturnya.

Menanggapi situasi tersebut, Dian meminta masyarakat tidak terlalu overreactive sehingga menahan pengeluaran untuk konsumsi. Sebab, itu justru membahayakan perekonomian domestik.

"Jadi kalau kita terlalu khawatir, maka ekonomi bisa tidak bergerak. Ini yang mengakibatkan betul-betul krisis akan datang kepada kita. Ini merupakan persoalan yang kita hadapi bersama-sama," kata Dian.

Oleh karenanya, OJK selaku pihak otoritas pun berkomitmen terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Salah satunya, dengan melakukan perbaikan pelayanan di sektor kredit.

"Tetapi intinya, memang sektor perbankan dan sektor lembaga keuangan ibaratnya membantu memberikan bensin pertumbuhan ekonomi, itu terjadi ketika kredit makin hari semakin meningkat," sebut Dian.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]