Genjot Produksi Tebu, Petrokimia Gresik Beri Pelatihan ke Petani Jatim

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Petrokimia Gresik mendukung peningkatan produksi petani gula Jawa Timur, dengan memberikan pelatihan untuk mengatasi masalah pertanian melalui program Agro Solution.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, produktivitas tebu di Jawa Timur (Jatim) tertinggi di Indonesia. Untuk itu, dalam program Agro Solution yang diinisasi Pupuk Indonesia ini, Petrokimia Gresik memberikan porsi besar untuk petani tebu di Jatim.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi tebu nasional tahun 2020 mencapai, 2.130.700 ton. Produksi tertinggi berasal dari Jatim, yaitu mencapai 979.000 ton. Produktivitas tersebut dihasilkan dari perkebunan tebu seluas 420.700 ha. Sedangkan,di Jatim sendiri luas pertanaman tebu mencapai 182.400 ha.

"Di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan produksi komoditi perkebunan harus tetap berjalan agar dapat menyediakan kebutuhan pokok sebagai kebutuhan dasar masyarakat," kata Dwi, di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Selama ini petani tebu masih menghadapi banyak kendala sehingga produktivitasnya cenderung menurun, padaha tanaman tebu merupakan salah satu kebutuhan pokok yang mempunyai peranan penting dan strategis.

Adapun kendala yang dialami petani tebu, diantaranya produktivitas rendah, terbatasnya pendampingan kepada petani, ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, harga pupuk non subsidi yang mahal, sulitnya akses ke lembaga keuangan, dan harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen, serta belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen.

Menurutnya, Agro Solution dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu guna menjaga kedaulatan pangan.

Sebagai penanda dimulainya program Agro Solution, Pupuk Indonesia melakjkan Memmorandum of Understanding (MoU) program Agro Solution bersama Pabrik Gula (PG) Gempolkrep.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan seluruh stakeholder industri gula untuk memberikan pendampingan intensif kepada petani, jaminan pasokan, mutu dan harga sarana produksi (pupuk dan pestisida) serta memfasilitasi pemasaran hasil panen.

“Tujuan akhir Agro Solution adalah meningkatkan produktivitas panen dan pendapatan petani,” tuturnya.

Penyediaan Pupuk

Tebu Gajah | via: hutbunbondowoso
Tebu Gajah | via: hutbunbondowoso

Dalam kerjasama ini, Petrokimia Gresik berperan untuk menyediakan jaminan penyediaan pupuk non-subsidi kepada petani binaan PG Gempolkrep. Sebagaimana diktahui bersama, alokasi pupuk subsidi terus menurun, sehingga akses petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan semakin terbatas.

“Dengan program Agro Solution diharapkan petani dapat mengenal dan menggunakan pupuk non-subsidi produksi Petrokimia Gresik sehingga produktivitas dan kualitas tebu yang dibudidayakan petani meningkat,” ujar Dwi

Selain itu, Petrokimia Gresik juga memberikan kawalan dan analisa uji tanah yang dilakukan oleh petugas Mobil Uji Tanah, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Petrokimia Gresik juga menyediakan pestisida untuk pengendalian hama penyakit tanaman melalui anak perusahaan yakni Petrosida Gresik.

"Kami berharap pupuk-pupuk produksi Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan untuk mendorong peningkatan produktivitas sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan petani tebu di Provinsi Jawa Timur sebagai sentra produksi gula nasional," ujar Dwi.

Sebagai informasi, program Agro Solution bersama PG Gempolkrep ini bukan yang pertama dijalankan Petrokimia Gresik. Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga menjalankan Agro Solution bersama dengan petani jagung di Lombok Timur, petani padi di Bojonegoro, dan beberapa petani di wilayah lain di propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: