Genjot Sektor Properti RI, BTN Gandeng Perusahaan Jepang hingga JBIC

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa perusahaan properti Jepang yang focus pada perumahan untuk bisa mengembangkan perumahan di Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan yang telah dilakukan perseroan pada bulan Januari lalu.

Dalam lawatan kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Jepang tanggal 4 sampai dengan 6 November 2020, salah satu poin yang akan dikembangkan adalah bagaimana sinergi Indonesia dan Jepang dalam pembangunan dan pembiayaan perumahan di Indonesia. Khususnya dalam memenuhi permintaan generasi muda atau para millennial, dan perumahan di perkotaan atau urban housing.

"Ini menjadi fokus dalam pengembangan kerja sama Indonesia dan Jepang. Kita akan memberikan support agar kerja sama ini dapat segera direalisasi, kata Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama BTN pada saat mendampingi kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Tohir di Tokyo, Jepang, dikutip Sabtu 7 November 2020.

Ada beberapa perusahaan properti Jepang yang akan kita ajak untuk kerja sama. Perusahaan itu antara lain Panasonic Home. Kemudian pengembang properti lain asal Jepang yang bekerjasama dengan Perumnas yaitu IIDA Group Holding Indonesia (IGHD-Ind).

Dia mengatakan, Latar belakang kerja sama dengan pengembang asal Jepang tersebut adalah tingginya kebutuhan hunian di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya permintaan rumah dengan jumlah backlog kepemilikan rumah sebesar 11,4 juta unit (data Kementerian PUPR).

Sementara rasio KPR terhadap PDB hanya sebesar 3 persen terendah di Asia Tenggara. Sehingga dibutuhkan perluasan akses pembiayaan perumahan.

"Dari sisi permintaan, rumah segmen menengah ke atas terus menggeliat didorong jumlah masyarakat kelas menengah yang terus meningkat sebagai bonus demografi, jelas Pahala.

Selain dengan perusahaan properti Jepang, BTN juga akan menjajaki kerja sama pendanaan jangka panjang untuk pembiayaan properti dengan Japan Bank for International Cooperation atau JBIC.

Kerja sama dengan JBIC kami harapkan dapat mendorong ekspansi pembiayaan properti BTN. Sehingga sinergi ini sekaligus dapat membantu pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan.

Pahala menjelaskan, BTN dan JBIC masih merundingkan sejumlah poin penting dan akan segera dimatangkan. Poin penting itu antara lain jumlah pinjaman yang akan diberikan JBIC kepada BTN, suku bunga pinjaman dan penyaluran pembiayaan.

Kemudian pinjaman jangka Panjang sebagai dana pendamping BTN dalam pembiayaan perumahan adalah dengan skema unrevolving atau tidak bergulir. Semua pinjaman dalam bentuk diolar AS nantinya akan dilakukan swap ke dalam bentuk rupiah agar lebih efisien bagi BTN.

“Kami masih membahas apakah pinjaman JBIC untuk pinjaman kontruksi bagi proyek properti sejumlah pengembang Jepang yang akan bekerjasama dengan BUMN Properti di Indonesia. Atau akan disalurkan dalam bentuk KPR atau KPA yang akan dikucurkan BTN untuk konsumen yang membeli proyek properti hasil kolaborasi BUMN Properti Indoneia dengan developer Jepang,” kata Pahala.

Untuk pinjaman kontruksi properti, dana pinjaman tersebut diharapkan dapat mengalir ke proyek perumahan yang menyasar segmen menengah ke atas atau proyek properti Transit Oriented Development atau TOD. Khususnya yang dibangun oleh BUMN Properti seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP Properti dan Perumnas bersama dengan PT Kereta Api Indonesia.

Sementara dengan pengembang asal Jepang, yang saat ini sedang membahas kerjasama dengan BUMN Properti di atas adalah Daiwa House Industry Co Ltd.

“Besaran pinjaman dan penyaluran dana dari JBIC akan ditentukan setelah ada kesepakatan antara BUMN Properti dengan Daiwa House atau yang kami harapkan dapat tercapai pada tahun 2021,” kata Pahala.