Genset Rusak, 3 Bulan Warga Pulau di Makassar Tak Dapat Pasokan Listrik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Makassar - 3 bulan sudah ratusan warga di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar tak mendapatkan pasokan listrik. Alhasil setiap malam mereka harus terbiasa beraktivitas dalam kondisi gelap gulita.

Listrik tak lagi mengaliri rumah-rumah warga, setelah satu-satunya genset di pulau tersebut rusak. Warga pun telah berulangkali melaporkan kerusakan genset tersebut kepada pihak berwenang namun tak kunjung diperbaiki.

Rusli, salah seorang warga di Pulau Barrang Caddi menuturkan bahwa akibat terhentinya pasokan listrik, berbagai aktivitas masyarakat pun terganggu. Salah satunya adalah aktivitas sekolah daring yang tak lagi bisa diikuti oleh sejumlah siswa di salah satu pulau yang menjadi destinasi wisata andalan di Kota Makassar itu.

"Anak-anak tidak bisa mengisi baterai handphone-nya untuk digunakan belajar daring. Warga kesulitan beraktivitas karena tidak ada listrik," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

Selama genset rusak, lanjutnya, warga pun hanya mengandalkan lilin sebagai alat penerangan ketika beraktivitas di malam hari. Rusli pun menyesalkan acuhnya pemerintah setempat atas kejadian itu.

"Sangat menyanyangkan ini dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan dari pemerintah. Tiga bulan bukan waktu yang singkat," keluhnya.

Ia menegaskan pihaknya sudah menemui sejumlah pihak di Kecamatan Sangkarrang. Tetapi hingga saat ini belum ada respon untuk perbaikan genset di Pulau Barrang Caddi.

"Satu bulan yang lalu itu kita audiensi ke Pak Camat. Kita kasih target satu bulan juga, karena dia bahasakan ke kami biarlah kami dulu turun tangan mengatasi masalah ini," ucapnya.

Perbaikan Genset Butuh Biaya Besar

Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Sementara, Camat Sangkarrang, Akbar Yusuf membenarkan jika pihaknya sudah menemui warga Barrang Caddi. Dalam pertemuan tersebut, dicapai kesepakatan bahwa genset akan diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

"Iya sudah bertemu dengan warga dan menyampaikan kalau dua genset yang jadi sumber listrik di sana mengalami kerusakan. Saya juga sudah melaporkan hal ini ke pak wali (kota Makassar)" bebernya.

Ia mengaku dalam satu dua hari ke depan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar akan meninjau genset yang rusak tersebut. Akbar juga mengungkapkan pihaknya juga sudah mengajak perusahaan suplier genset untuk melihat.

"Hasil pemeriksaannya luar biasa kerusakannya. Butuh biaya besar sekitar Rp200 juta lebih," kata Akbar.

Untuk meringankan biaya, Akbar menyebut kemungkinan hanya satu genset dulu yang diperbaiki. Perbaikan akan dimulai setelah tim dari Dinas PU Makassar telah turun ke sana.

"Perbaikan bukan pengadaan baru. Kalau pengadaan baru kan tidak ada dalam anggaran tahun ini, jadi diusahakan diservis saja dibantu," ucapnya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel