Genshin Impact Versi Mobile Raih Rp 14,4 Triliun dalam Waktu Kurang dari Enam Bulan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Genshin Impact versi mobile telah meraih pendapatan lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun.

Pendapatan tersebut diraih oleh gim yang dikembangkan miHoYo itu dalam waktu kurang dari enam bulan sejak peluncuran resminya pada 28 September 2020. Demikian menurut laporan perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower.

Gim tersebut telah menjadi blockbuster global sejak ia dirlis. Sebelumnya, ia menghasilkan USD 874 juta hanya dalam lima bulan.

Selama sebulan terakhir, Genshin Impact menempati daftar gim dengan pendapatan No. 3 di App Store dan Google Play, di belakang PUBG Mobile dan Honor of Kings dari Tencent.

"Genshin Impact adalah gim mobile tercepat yang meraih pendapatan USD 1 miliar di App Store dan Google Play, hanya dalam waktu kurang dari enam bulan," ujar Craig Chapple, Mobile Insights Strategist, EMEA dikutip dari keterangan perusahaan, Kamis (25/3/2021).

Pendapatan itu, kata Chapple, "lebih cepat dari Pokémon GO yang membutuhkan waktu sembilan bulan, dan Lineage M yang membutuhkan waktu 10 bulan."

Karakter baru dorong belanja pemain

Genshin Impact secara konsisten menggelar event, fitur, dan karakter baru. Upaya ini, terutama karakter baru, menghasilkan lonjakan signifikan dalam hal pengeluaran pemain.

Karakter Hu Tao, misalnya, diperkirakan telah menghasilkan pendapatan yang mendekati USD 13 juta dalam satu hari pada tanggal 2 Maret. Sementara Xiao mendorong pengeluaran pemain mencapai lebih dari USD 15 juta pada tanggal 3 Februari.

Sebagai perbandingan, Genshin Impact telah menghasilkan rata-rata USD 5,8 juta per hari sejak ia diluncurkan.

Porsi pendapatan

China menempati peringkat pasar No. 1 untuk pengeluaran Genshin Impact versi seluler, denga perkiraan USD 302 juta di ekosistem iOS saja. Angka itu kurang lebih sekitar 29,5 persen dari pengeluaran pemain secara global.

Di tempat kedua para pemain Genshin Impact di Jepang menghasilkan USD 278,3 juta atau 27,2 persen, sementara Amerika Serikat menempati peringkat ketiga dengan nilai belanja pemain USD 189 juta atau 18,5 persen.

App Store menyumbang bagian terbesar dari pengeluaran pemain global, mengumpulkan USD 615 juta atau 60 persen dari total pendapatan.

Google Play, sementara itu, menyumbang USD 409,4 juta, atau 40 persen dari pengeluaran pemain.