Geopark Ciletuh akan dilengkapi pembangkit listrik tenaga angin

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Kawasan taman bumi Geopark Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat, bakal dilengkapi pembangkit listrik tenaga angin dengan total menara mencapai 50-55 menara setinggi 120 meter.

Pembangunan listrik bertenaga angin akan melibatkan produsen lokal menara kincir angin Kenertec dan perusahaan multinasional UPC Renewables dengan kontrak senilai Rp500 miliar.

“Penggunaan menara kincir angin buatan dalam negeri akan memberikan peluang yang lebih besar bagi pabrikan lokal untuk berkembang di bidang energi terbarukan,” kata tim pemasaran Kenertec CD Choi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kesiapan pembangunan listrik bertenaga angin di Geopark Ciletuh, lanjut dia, telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Jika terealisasi, puluhan menara kincir angin di lokasi yang dinobatkan sebagai situs taman bumi oleh UNESCO itu juga bisa menjadi ikon wisata baru kelas dunia bagi Kabupaten Sukabumi dan memperkuat citra Indonesia dan Jawa Barat yang mendukung energi bersih.

Menara kincir angin buatan Kenertec telah digunakan di berbagai belahan dunia, namun untuk pertama kalinya di Indonesia digunakan di pembangkit listrik tenaga angin Sidrap di Sulawesi Selatan dengan 30 turbin berspesifikasi tinggi menghasilkan kapasitas terpasang 75 MegaWatt (MW).

Sementara itu, Senior Project Developer UPC Renewables Kalla Primista meyakini kalau pembangunan listrik bertenaga angin di Geopark Ciletuh akan mendongkrak peningkatan investasi bagi wilayah tersebut.

Dia mengungkapkan keberadaan listrik bertenaga angin tidak hanya memberikan energi bersih dan hijau, tetapi juga memberi nilai tambah pariwisata dan menyeimbangkan antara konservasi, pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Ini bentuk dukungan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkena dampak pandemi COVID-19 melalui real deliverable projects dengan manfaat nyata dan terukur,” kata Kalla.

Baca juga: Pemprov Jabar siap pertahankan status UNESCO untuk Geopark Ciletuh
Baca juga: Survei: Pembangkit tenaga angin diprediksi bertambah usai COVID-19
Baca juga: PLN kaji pembangkit listrik tenaga angin di Banten