Gerak Erick Thohir berdayakan ekonomi daerah lewat Pertashop

·Bacaan 6 menit

Semangat UU Cipta Kerja dalam mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat melalui kewirausahaan hingga ke level terkecil, kian penting di masa pandemi Covid-19.

Semangat penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan atau lebih dikenal dengan istilah entrepreneur ini ditangkap dan berupaya diwujudkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Kementerian BUMN yang sedari awal berkomitmen habis-habisan untuk mendukung sektor UMKM dan masyarakat Indonesia, berupaya menciptakan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19, salah satunya melalui Pertashop.

Pertashop merupakan program dari Pertamina yang membuka kesempatan bagi wilayah-wilayah yang jauh dari lembaga penyalur Pertamina seperti SPBU untuk membuka akses energi kepada warga sekitarnya.

Program ini selaras dengan program One Village One Outlet (OVOO) Pertamina yang memastikan di setiap desa memiliki satu lembaga penyalur Pertamina untuk menyalurkan energi ke pelosok negeri.

Bagaimana Erick Thohir menciptakan lapangan kerja sekaligus memberdayakan ekonomi daerah melalui program Pertashop?

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program BUMN terkait penciptaan lapangan kerja (job creations) dan pengusaha baru di level bawah terlaksana dalam rangka membantu masyarakat.

"Karena itu dari public services dan korporasinya ini kami lakukan dua program yang memang harus dipastikan juga terlaksana yakni penciptaan lapangan pekerjaan (job creations) dan pengusaha baru di bawah, bukan di atas," ujar Erick Thohir.

Pertashop sebagai bagian dari program job creations Kementerian BUMN berperan penting dalam mendorong lahirnya usahawan-usahawan baru dari level bawah di daerah-daerah.

Pertashop sendiri sebagai lembaga penyalur BBM Pertamina berskala kecil memiliki misi dengan menargetkan tiga klaster. Pertama, menciptakan pengusaha baru, khususnya di daerah-daerah, sebagai agen pembangunan yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Klaster kedua Pertashop yakni meningkatkan peran pondok pesantren, tidak terbatas sebagai tempat pendidikan ajaran Islam saja melainkan juga sebagai pusat pengembangan wirausaha untuk meningkatkan perekonomian umat.

Erick Thohir mengungkapkan keberhasilannya bersama tim dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melakukan pembenahan Program Pertashop sehingga bisa menyalurkan BBM ke pelosok daerah melalui pengusaha daerah dan pesantren.

Banyak pengusaha daerah yang ikut Program Pertashop berhasil mencapai target seperti pengusaha daerah di Cimahi, Jawa Barat, yang berhasil menjual BBM sebanyak 2.000 liter.

Kementerian BUMN sendiri telah menunjuk Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melakukan pendampingan bagi pesantren, sedangkan pendampingan bagi pengusaha daerah dilakukan BRI atau bank Himbara lainnya.

Klaster ketiga adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa atau lokal melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes yang profesional.

Terkait kemitraan dengan BUMDes, Menteri BUMN Erick Thohir meminta adanya tim khusus untuk mempercepat implementasi kemitraan Pertashop dengan BUMDes.

Investasi BUMN yang bersahabat dengan melibatkan masyarakat daerah adalah hal yang sudah sebaiknya harus dilakukan. Keseimbangan pembangunan ekonomi desa penting untuk memastikan rakyat dapat bekerja. Seperti yang diketahui di Indonesia ini, sektor usaha ultra mikro dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang utama dalam pembangunan pada saat ini di masyarakat.

Oleh karena itu Erick mengingatkan tidak boleh memandang sebelah mata pelaku usaha kecil dan mikro di pedesaan seperti halnya peluang kemitraan SPBU mini yang ditawarkan Pertamina melalui Pertashop dengan dukungan BRI.

Kementerian BUMN dan Pertamina sendiri menargetkan 10.000 Pertashop terbangun dalam tiga tahun depan.

Jika 10.000 Pertashop terbangun dalam tiga tahun, maka diperkirakan dapat menciptakan potensi lapangan kerja bagi 30.000 tenaga kerja seandainya masing-masing Pertashop mempekerjakan tiga orang.

Sejauh ini berdasarkan data dari Kementerian BUMN hingga Agustus 2021, telah terbangun 2.547 Pertashop. Dengan demikian dapat diperkirakan bahwa Pertashop sejauh ini telah memberikan lapangan kerja kepada lebih dari 7.500 orang.

SPBU mini potensi Maxi

Jika kita melihat outlet-outlet SPBU pada umumnya, mungkin saat mendapati Pertashop bakal terlintas dalam pikiran bahwa ada SPBU mini yang beroperasi seperti halnya SPBU biasa. Namun jangan salah kira, walaupun berukuran mini Pertashop memiliki potensi keuntungan ekonomi luar biasa yang dapat menghidupi tidak hanya pengusaha lokal namun juga pesantren dan para pekerja di lingkungan sekitarnya.

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri mengungkapkan bahwa walaupun SPBU-nya mini, potensi yang dihasilkan Pertashop besar dan memiliki dampak besar bagi lingkungan sekitarnya.

Model bisnis Pertashop teruji, memiliki pangsa pasar yang jelas dan investasi yang terjangkau, ditambah lagi komitmen besar BRI dan bank Himbara serta bank BUMN lainnya untuk akses permodalan dan perbankan kepada pelaku usaha.

Dari segi ukuran, Pertashop merupakan SPBU mini yang dapat dibangun di atas lahan seluas minimal 210 meter persegi, sehingga memungkinkan pembangunan SPBU tersebut bisa dilakukan secara fleksibel.

Berdasarkan data perhitungan profit dari Pertamina sendiri, pelaku usaha, Pesantren atau BUMDes hanya bermodalkan dana awal minimal Rp300 juta untuk modular dan bangunan maka mereka sudah bisa mengantungi pendapatan yang menggiurkan.

Untuk penjualan BBM sekitar 400 liter per hari, mitra Pertashop bisa meraih margin RP850 per liter atau laba kotor mencapai Rp10 juta per bulannya.

Dari margin yang diperoleh, mitra Pertashop berpotensi mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp2,86 juta per bulan atau setara 28 persen dari margin penjualan produk.

Potensi keuntungan tersebut baru dari penjualan BBM saja, belum lagi jika mitra Pertashop menyalurkan produk-produk ritel Pertamina lainnya seperti LPG, pelumas dan produk-produk lainnya,bayangkan berapa profit yang didapat dari satu Pertashop? Pastinya sangat besar.

Potensi keuntungan yang diraih mitra tersebut tidak hanya datang dari sisi Pertamina saja. Dengan program sinergi Pertashop dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) maka mitra juga memiliki kesempatan untuk menjadi Agen BRILink.

Agen BRILink sendiri merupakan perluasan layanan BRI, dimana BRI menjalin kerjasama dengan nasabah BRI sebagai agen yang mendapat melayani transaksi perbankan secara real time online dengan konsep sharing fee.

Artinya mitra Pertashop yang bergabung menjadi agen BRILink juga kemungkinan akan mendapatkan keuntungan ganda, pertama dari penjualan BBM dan produk ritel Pertamina, serta kedua mendapatkan keuntungan lainnya dari bank BRI sebagai Agen BRILink.

Bank BRI sendiri telah menyalurkan pembiayaan kepada Pertashop sebesar Rp118 miliar di seluruh Indonesia, dengan jumlah nasabah sebanyak 239 nasabah.

Progres kemitraan Pertashop dengan AgenBRILink saat ini adalah sebanyak 284 masih dalam proses kurasi BRI, termasuk di dalamnya 4 BUMDes.

Kemudian 406 dalam proses perizinan atau survei Pertamina, termasuk di dalamnya 15 BUMDes. Sebanyak 367 sudah beroperasi, katanya, termasuk di dalamnya 16 BUMDes.

Dalam rangka meningkatkan jumlah mitra Pertashop, BRI berperan dengan ikut melaksanakan kurasi dari AgenBRILink. Dengan demikian BRI memiliki AgenBRILink, kemudian dilakukan asessment siapa saja yang layak menjadi agen Pertashop, sehingga nanti pelaku usaha memiliki dua bisnis sebagai AgenBRILink dan agen penyalur BBM melalui Pertashop.

Tidak hanya menghidupkan perekonomian para mitranya yang terdiri pelaku usaha, pesantren dan BUMDes di daerah, Pertashop juga turut meningkatkan industri nasional.

Program Pertashop sendiri membantu meningkatkan industri nasional mengingat komponen-komponen peralatannya menggunakan produk dalam negeri. Pertamina sendiri melihat bahwa saat ini sudah banyak fabrikator sekarang yang sudah mampu membuat dispenser BBM dengan semua peralatannya, tentu dengan standar yang sama. Dan dari UMKM juga sudah ada yang menjadi pemasok yang bisa membuat peralatan Pertashop.

Kalau sebelumnya semua peralatan di SPBU khususnya untuk dispenser BBM ini semuanya impor, maka dengan program Pertashop dapat membangun peralatan tersebut di dalam negeri. Dengan demikian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk Pertashop sangat tinggi.

Komitmen Menteri BUMN Erick Thohir untuk membantu penciptaan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19 sangat terlihat, di mana salah satunya dalam program Pertashop.

Program Pertashop dinilai membantu penciptaan lapangan kerja, mengingat lewat program tersebut potensi ribuan bahkan puluhan ribu tenaga kerja di daerah dapat terserap serta diberdayakan.

Di samping itu dengan modal dan bahkan adanya bantuan dari bank-bank Himbara lainnya seperti BRI, mitra Pertashop mampu meraih profit yang luar biasa dari bisnis Pertashop serta bisnis-bisnis turunannya sehingga hal tersebut mampu membantu menggerakkan perekonomian desa.

Terakhir, program Pertashop ini juga sekaligus membantu kemandirian industri nasional mengingat TKDN dan penggunaan komponen-komponen Pertashop mayoritas berasal dari dalam negeri.
Baca juga: Pertamina ungkap program Pertashop bantu tingkatkan industri nasional
Baca juga: Erick Thohir: 2.547 Pertashop telah dibangun hingga 28 Agustus 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel