Gerak Senyap Kopassus Ringkus Pemberontak Bikin Brimob Geleng-geleng

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh prajurit TNI dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) adalah bergerak senyap, tanpa diketahui musuh. Memiliki kualifikasi ini, seluruh anggota Korps Baret Merah kerap mendapat misi rahasia.

Dikutip VIVA Militer dari Mata Padi, salah satu misi prajurit Kopassus adalah saat diterjunkan ke Timor-Timur (sekarang Timor-Leste) untuk menumpas kelompok separatis Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin) yang tersisa.

Kopassus jadi memiliki peran penting dalam operasi militer di Timor-Timur, sejak dimulai pada 7 Desember 1975 dengan sandi Operasi Seroja. Namun pada kisah ini, muncul kesaksian dari seorang mantan anggota Batalyon Infanteri 405/Surya Kusuma (Yonif 405/SK) yang dirahasiakan namanya, dan saat itu masih berpangkat Sersan TNI.

Saat itu, ia menjadi salah satu prajurit pasukan gabungan Yonif 405/SK dan sejumlah anggota Kopassus yang mendapatkan misi penyergapan (raid) pada 1995.

Alangkah terkejutnya sang Sersan TNI itu saat menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri, bagaimana cara anggota Kopassus bergerak melakukan penyergapan. Meskipun medannya cukup berat dan membawa perlengkapan tempur lengkap, para anggota Kopassus ini meringkus para anggota Fretilin dengan cara senyap.

Tak hanya mantan anggota Yonif 405/SK yang punya kesaksian tentang cara bertempur prajurit Kopassus.

Seorang anggota Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Brimob Polri) yang juga dirahasiakan namanya, begitu takjub dengan aksi pasukan yang dulu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) itu.

Seperti halnya Sersan TNI tadi, anggota Brimob Polri ini juga pernah melaksanakan misi bersama anggota Kopassus di sebuah desa di Aceh.

Saat itu, anggota Brimob yang berasal dari Pasukan Pelopor ini berada satu tim dengan sejumlah prajurit Kopassus, untuk menyergap markas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Anggota Pelopor ini sampai terheran-heran saat melihat para prajurit Kopassus bergerak dengan senyap di antara beberapa ekor angsa, yang tengah tertidur. Para anggota GAM sengaja memelihara beberapa ekor angsa.

Sebab, angsa memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi, bahkan jika sedang terlelap. Konon katanya, angsa memiliki tingkat kepekaan yang lebih tinggi dari anjing. Makanya, para anggota GAM menjadi angsa-angsa itu sebagai alarm penanda bahaya.

Siapa sangka, dengan kemampuan pergerakan senyap yang tinggi, para anggota Kopassus sama sekali tak membangunkan angsa-angsa itu. Hingga pada akhirnya, tim gabungan Korps Brimob Polri dan Kopassus berhasil meringkus sejumlah anggota GAM.