Gerakan Blora Mengaji Bakal Libatkan Umat Kristen, Hindu, dan Buddha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Blora - Sejak Oktober tahun ini, Gerakan Blora Mengaji rutin digelar Pemerintah Kabupaten Blora. Semua ormas muslim dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), hingga Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA), ikut bergabung secara bergantian meramaikan gelaran tersebut.

Kabag Kesra Setda Blora, Ahmad Mahbub Djunaidi mengatakan, kegiatan yang digelar rutinan setiap Kamis malam Jumat itu sudah berjalan yang keempat kalinya di Pendopo Bupati Blora.

Mahbub menjelaskan, Gerakan Blora Mengaji yang pertama dilaksanakan umat islam dari Nahdlatul Ulama. Kemudian yang kedua dari Muhammadiyah, ketiga dari LDII, serta yang keempat dari MTA.

Kegiatan yang diikuti puluhan jemaah muslim ini awalnya dicetuskan oleh Bupati Blora setelah mengetahui adanya kegiatan mengaji bersama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

"Berkarakter inilah ada program Blora mengaji. Ada juga program satu desa satu hafiz (penghafal Al-Qur'an)," jelasnya.

Menurut Mahbub, kegiatan Blora mengaji yang dilaksanakan antara lain ngaji di pendopo, khotmil Quran di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan kajian jemaah islam untuk pendalaman para Aparatur Sipil Negara (ASN yang ingin belajar mendalami agama.

"Ini nanti tidak hanya Islam saja yang harus menjalankan, teman-teman dari umat Kristen, Buddha dan Hindu juga di fasilitasi dari pemerintah daerah untuk pendalaman agama masing-masing. Biar visi misinya yang unggul dan berkarakter itu kena," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Patuh Protokol Kesehatan

Kabag Kesra Setda Blora, Ahmad Mahbub Djunaidi ketika diwawancarai awak media. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Kabag Kesra Setda Blora, Ahmad Mahbub Djunaidi ketika diwawancarai awak media. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)

Mahbub yang juga salah satu ustaz di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora itu juga menyampaikan, dalam situasi yang masih pandemi Covid-19 seperti sekarang ini pesertanya dibatasi dan tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Ini sekitar 50 sampai 60 jemaah yang ikut serta, sebagian ada yang mengikuti virtual. Kami ada live streaming Blora mengaji yang bisa diikuti masyarakat," katanya.

Sementara itu, salah satu jemaah dalam kesempatan ini mengungkapkan, bentuk dukungannya agar program Blora mengaji bisa terus berlangsung. Diharapkannya juga agar kegiatan ini bisa istiqomah.

"Saya mendukung adanya Blora mengaji, semoga terus dapat dilaksanakan," kata Jemaah bernama Suradi di sela-sela acara.

Diketahui, tampak di sesi akhir acara diberikan waktu khusus untuk bisa berdialog menyampaikan uneg-uneg atau keluh kesah kepada Pemerintah Kabupaten Blora terkait permasalahan dalam aktifitas keseharian para jemaah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel