Gerakan filantropi hadapi tantangan besar agar manfaat dirasakan

·Bacaan 1 menit

Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan gerakan filantropi menghadapi tantangan besar agar manfaat dari gerakan tersebut bisa dirasakan hingga pelosok.

“Perlu adanya kolaborasi bersama antara gerakan filantropi. Ada lembaga kecil di pelosok dan tugas lembaga besar untuk memastikan mereka semua ini bisa ikut dalam gerakan yang besar, punya portofolio yang besar dan memberikan manfaat yang besar pula,” ujar Suherman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan pihaknya akan menyelenggarakan Public Expose yang merupakan ajang penyampaian gagasan, kesempatan untuk mendorong munculnya gagasan lainnya. Juga untuk meningkatkan partisipasi publik dalam kontribusi di gerakan kebaikan.

Baca juga: Riset: Pengumpulan zakat digital kalah dari konvensional

‘Banyak pekerjaan bangsa ini yang tidak mungkin terselesaikan oleh satu dua pihak saja. Setiap dari kita harus berbuat berdasarkan peran terbaik masing-masing,” tambah dia.

Public Expose 2022 akan diselenggarakan di Jakarta, pada Selasa (4/1/2022). Kegiatan itu dapat dihadiri secara virtual dengan cara mendaftar di bit.ly/I-Hitsform.

Sejumlah pembicara dari berbagai organisasi akan hadir, di antaranya dari IHH Humanitarian Relief Foundation (Bagaimana Membangun Jaringan Kemanusiaan Global?), Flip (Bagaimana Inovasi Teknologi dapat Mendorong Pertumbuhan UMKM?), ALAMI (Apa Dampak Produk Industri Keuangan Syariah terhadap Upaya Penumbuhan UMKM?).

Selain itu, Change.org (Bagaimana Gerakan Sosial berbasis Digital Mampu Menciptakan Perubahan di Masyarakat?), Pandemic Talks (Bagaimana Strategi Peningkatan Kesadaran Publik melalu Platform Informasi Pandemi berbasis Masyarakat?), Pokdarwis Gunung Api Purba (Bagaimana Strategi Pengembangan Ekonomi Desa dapat Beriringan dengan Upaya Pelestarian Lingkungan?).

Selanjutnya, Dhandy Dwi Laksono (Bagaimana Upaya Menjaga Independensi Jurnalisme di Tengah Industrialisasi Media?), Salman Subakat (Bagaimana Peran Korporasi dalam Upaya Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan?), dan Dimas Prasetyo Muharam (Bagaimana Mewujudkan Inklusivitas bagi Disabilitas).

Baca juga: MUI akan gandeng lembaga filantropi untuk bantu pemenuhan pangan

Baca juga: Filantropi Indonesia: Vaksinasi momentum benahi data kependudukan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel