Gerakan Mobil Masker Jadi Strategi Edukasi dan Disiplin Prokes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat (GMM) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi bagian strategi edukasi dan disiplin protokol kesehatan (prokes). Mobil Masker ini pun menyasar berbagai wilayah, terutama di Jawa dan Bali.

Pada Juli 2021, Gerakan Mobil Masekr telah menjangkau wilayah DKI Jakarta, dilanjut ke Bekasi, Depok, Tangerang, dan Jawa Barat. Di dua wilayah luar Jawa juga sudah dilakukan hal serupa, yakni Aceh dan Pulau Bali.

Tenaga Ahli Kasatgas Penanganan COVID-19 Bigjen Pol Imam Pramukarno berharap Gerakan Mobil Masker akan memberikan dorongan dan semangat bagi masyarakat yang dituju, agar mereka disiplin dan mematuhi protokol kesehatan, khususnya pemakaian masker.

"Gerakan Mobil Masker ini, bagian dari strategi edukasi, sosialisasi, dan mitigasi menegakkan disiplin prokes terhadap masyarakat," kata Imam saat melepas Gerakan Mobil Masker menuju wilayah Pantura di Sekretariat Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat pada Kamis, 2 September 2021.

"Diharapkan gerakan ini akan menjadi sebuah langkah penting yang bisa diadaptasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)."

BNPB dan Satgas Penanganan COVID-19 di seluruh Tanah Air menggaungkan pentingnya memakai masker sebagai bagian dari 3M, dengan jargon #PakaiMaskerHargaMati. Masker merupakan ‘senjata’ yang ampuh dalam menangkal serangan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Gerakan Mobil Masker di Pulau Dewata

Peluncuran Gerakan Mobil Masker ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Kamis (18/8/2021). (Dok BNPB)
Peluncuran Gerakan Mobil Masker ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Kamis (18/8/2021). (Dok BNPB)

Sebelumnya, Gerakan Mobil Masker di Bali telah diluncurkan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito pada 18 Agustus 2021 di Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Para relawan dan mahasiswa yang bertugas di mobil masker, membagikan 500.000 masker ke pusat-pusat aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk penguatan prokes dan pengendalian COVID-19 di Pulau Dewata.

Setiap wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali mendapatkan bantuan 50.000 masker. Bantuan dengan jumlah yang sama akan diterima oleh pihak pemerintah provinsi, lalu didistribusikan di pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Ganip berharap dukungan ini dapat membantu pemerintah daerah untuk menguatkan dan mengendalikan penyebaran virus Corona. Ia juga berpesan kepada masyarakat Bali untuk selalu menerapkan prokes.

Total ada 14 mobil masker yang akan bertugas membagikan masker di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Ganip yakin dengan upaya kolektif dan nilai-nilai budaya kuat yang dimiliki masyarakat Bali, pandemi COVID-19 dapat berakhir.

“Saya mengajak masyarakat dan masyarakat adat Bali untuk memutus mata rantai penularan virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker dengan benar,” ucap Ganip melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

Infografis Sudah Benarkah Masker Kain Cegah Covid-19 yang Kamu Pakai?

Infografis Sudah Benarkah Masker Kain Cegah Covid-19 yang Kamu Pakai? (Liputan6.com/Niman)
Infografis Sudah Benarkah Masker Kain Cegah Covid-19 yang Kamu Pakai? (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel