Gerakan Olahraga dari Rumah ala Teman Tuli Bayu Cakra

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga dari rumah alias workout from home seolah menjadi tren saat pandemi COVID-19. Selain lebih aman, olahraga di rumah juga lebih murah karena dapat menggunakan barang apa pun sebagai alat bantu.

Seperti yang dilakukan Bayu Cakra, pria penyandang tuli yang rutin berolahraga dari rumah.

“Saya dari masih kecil suka lari pagi. Seminggu tiga kali dan itu rutin sampai sekarang,” ujar Bayu saat berbincang dengan Health Liputan6.com pada Rabu, 10 Februari 2021.

“Sejak (pandemi) COVID-19, saya jadi setop lari, tapi saya olahraga di rumah juga tiga kali setiap minggunya,” dia melanjutkan.

Sebagai alat bantu, Bayu menggunakan peralatan sederhana, seperti ember untuk gerakan biceps curl, dan kursi untuk gerakan triceps dips. Sesekali, dirinya juga bersepeda di rumah menggunakan sepeda statis miliknya.

Bayu pun kerap membagikan aktivitasnya berolahraga di akun Instagram pribadinya, @wind78910. Dari sejumlah video yang ada di Highlight dengan judul Workout Home, terlihat dia mempraktikkan beberapa gerakan seperti push up, sit up, plank, biceps curl, dan triceps dips.

Bayu memelajari gerakan-gerakan olahraga tersebut dari media sosial dan televisi. Sebagai manfaat dari olahraga yang dia lakukan, Bayu merasakan tubuhnya terasa tetap sehat dan bugar.

“Manfaatnya sudah pasti selalu sehat dan bugar,” kata Bayu.

Olahraga dari Rumah Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan

Bayu Cakra, Penyandang Tulis, Olahraga, Olahraga dari Rumah
Bayu Cakra, Penyandang Tulis, Olahraga, Olahraga dari Rumah

Menurut penelitian yang dilakukan Yuliana dari Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, di masa pandemi COVID-19, olahraga yang dilakukan di rumah jauh lebih aman daripada di luar rumah, seperti dikutip dari situs ejournal.baliprov.go.id pada Jumat, 12 Februari 2021.

Menurut Yuliana, ada banyak olahraga yang cocok dilakukan di rumah. Olahraga tersebut antara lain, latihan kekuatan, latihan keseimbangan, peregangan, yoga, sit up, push up, dan sepeda statis seperti yang dilakukan Bayu.

Intensitas olahraga pada saat pandemi COVID-19 pun sangat tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing. Masih dikutip dari penelitian yang dilakukan Yuliana, orang sehat dan tanpa gejala direkomendasikan untuk berolahraga dengan intensitas sedang.

Sementara bagi penderita infeksi saluran pernapasan atas, hanya disarankan untuk berolahraga selama 10 menit. Namun, ketika gejala yang dialami semakin buruk, lebih baik untuk segera menghentikan aktivitas olahraga.

Mengutip dari penelitian berjudul 'COVID-19 Epidemic: Exercise or Not to Exercise; That is the Question!', olahraga dengan intensitas sedang pun terbukti meningkatkan kekebalan terhadap infeksi virus melalui perubahan respons sel Th1 / Th2.

Orang-orang yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang, dilaporkan mengalami pengurangan 20 hingga 30 persen infeksi saluran pernapasan atas.

Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi

Simak Video Berikut Ini