Gerakan Perang Lawan Pandemi, Kadin dan TNI-Polri Vaksin 15 Ribu Orang

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama TNI, Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, serta Nahdlatul Ulama (NU) mendeklarasikan gerakan Perang Melawan Pandemi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu 25 Juli 2021

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, juga hadir Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Irjen Pol. Suntana, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Makky Zamzami, Koordinator Tim Vaksin PP Muhammadiyah Umi Sjarqiah dan Wali Kota Jakarta Pusat Dhandy Sukma, juga hadir dalam deklarasi tersebut.

Baca juga: Heboh Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Jelaskan Kronologinya

Deklarasi ini disebut menjadi penegas sikap bersama bahwa laju pandemi bisa ditekan dengan semangat gotong royong semua elemen bangsa. Ketum Kadin, Arsjad Rasjid mengatakan, melalui kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan vaksinasi yang saat ini gencar dilaksanakan maka akan turut mempercepat pemulihan kesehatan dan membangkitkan kembali ekonomi.

"Kadin Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, juga berbagai organisasi masyarakat untuk memenangkan perang melawan pandemi," kata Arsjad.

Kadin Indonesia bersama TNI dan Polri pun mengadakaan vaksinasi COVID-19 gratis dengan sasaran 15 ribu orang peserta. Vaksinasi tahap pertama digelar selama tiga hari, 24-26 Juli 2021 di JCC. Ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Untuk menyukseskan vaksinasi massal ini, Kadin Indonesia juga berkolaborasi dengan MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Alumni Sekolah Islam Al-Azhar (Asia), dan juga asosiasi-asosiasi bisnis.

Arsjad mengungkapkan, untuk menekan COVID-19, Kadin akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai pemerintah, swasta hingga organisasi masyarakat.

“Percepatan penanganan COVID-19 ini perlu gotong royong dari semua pihak. Pelaksanaan vaksinasi harus terus didorong agar target herd immunity bisa cepat dicapai, sehingga masyarakat bisa terjaga dari dampak pandemi," kata Arsjad.

Arsjad mengklaim program vaksinasi massal tersebut merupakan wujud nyata Kadin dalam memerangi pandemi COVID-19. Menurutnya, saat ini pemulihan kesehatan menjadi faktor yang paling penting agar roda perekonomian bisa kembali pulih.

Arsjad mengatakan bahwa kinerja dunia usaha pun turut ditentukan oleh kuatnya aspek kesehatan.

"Oleh karenanya, kami berpartisipasi aktif dalam penanganan pandemi ini. Selain percepatan vaksinasi, kami juga menggalang bantuan untuk pengadaan oksigen, bantuan obat-obatan, donasi, termasuk mendirikan Rumah Oksigen Gotong Royong,” kata Arsjad.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana dari Kadin Indonesia, Firlie Ganinduto mengatakan, target 15 ribu penerima vaksinasi ini, selain berasal dari lembaga-lembaga yang terlibat, juga dari pendaftaran secara langsung di lokasi untuk masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.

Firlie mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini digelar senyaman mungkin bagi peserta. Panitia menargetkan proses vaksinasi bagi setiap peserta akan dilakukan hanya dalam rentang waktu 45 menit.

Firlie menambahkan, untuk menyukeskan vaksinasi ini, panitia telah menyiapkan 150 tenaga kesehatan, 50 tenaga administrasi, 200 ground crew, juga 30 orang traffic controller.

"Selain cepat, kami akan melakukan vaksinasi ini senyaman mungkin bagi para peserta," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel