Geram Ada Kantor Masih WFO, Anies: Tiap Hari Kita Nguburin Orang, Pak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta ini selama 3-20 Juli 2021, ternyata masih banyak perusahaan yang masih membandel.

Hal itu diketahui ketika Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melakukan sidak di sebuah gedung Sahid Sudirman Center Jakarta, masih ditemukan perusahaan yang masih menyuruh karyawannya masuk kerja seperti biasa.

Melalui laman akun instastory Instagram @aniesbaswedan, dikutip pada Selasa, 6 Juli 2021. Anies bersama jajarannya mendatangani kantor PT. Equity Life Indonesia yang ada di gedung tersebut.

Ia bertemu dengan salah seorang pimpinan perusahaan tersebut. Anies pun malah mempertanyakan aturan PPKM Darurat di Jakarta masih tetap dilanggar.

Kenapa aturan dilanggar. Mereka ikut aturan perusahaan kan, perusahaanya menyuruh masuk," tegas Anies di Jakarta. Lalu, pertanyaan Anies pun langsung di jawab oleh pria itu. "Iya 25 persen pak. Data masuk 42 orang," katanya.

Lantas Anies pun geram dan memberikan pencerahan kepada salah seorang pimpinan perusahaan itu. Anies menyebutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap harinya mengubur warga yang positif COVID-19.

Seharusnya, lanjut Anies, para pemimpin perusahaan turut bertanggung jawab dalam mengatasi masalah pandemi corona ini. Memang, kata Anies banyak perusahaan yang saat ini mengalami kerugian karena diterjang wabah COVID-19 ini.

"Tiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung enggak ada yang untung pak. Jangan seperti begini apalagi ibu hamil masuk. Ibu hamil kalau kena covid mau melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima satu ibu hamil meninggal, kenapa karena melahirkan COVID-19," katanya.

Baca juga: Anies Geram saat Sidak ke Kantor Ray White: Tutup Sekarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel