GERD adalah Penyakit Lambung, Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta GERD adalah masalah pencernaan yang umum dialami. GERD adalah penyakit yang dikaitkan dengan asam lambung yang naik. GERD adalah penyakit yang bisa dikenali dari gejala yang bisa terasa, terutama pada pencernaan.

GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal reflux disease. GERD adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan lambung dan pencernaan. GERD biasa dikenal dengan penyakit asam lambung kronis. GERD adalah penyakit yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Banyak orang tidak menyadari adanya gejala GERD. Tak sedikit juga yang menyepelekan GERD. Ini membuat GERD bisa terlambat untuk ditangani. GERD adalah penyakit yang bisa dialami segala usia dengan beragam pemicu.

Berikut penjelasan mengenai GERD, mulai dari penyebab, pemicu, gejala, dan cara menanganinya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(26/10/2020).

Penyebab GERD

ilustrasi lambung (Sumber: Pixabay)
ilustrasi lambung (Sumber: Pixabay)

Penyebab GERD adalah ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang dapat mengiritasi lapisan esofagus. Naiknya asam lambung bisa disebabkan oleh Sfingter esofagus bagian bawah yang tidak mengencang atau menutup dengan benar. Hal ini memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut naik ke kerongkongan.

Setiap orang pasti pernah mengalami kenaikan asam lambung. Namun, jika seseorang mengalami refluks asam persisten yang terjadi lebih dari dua kali seminggu, mereka dapat didiagnosis memiliki GERD. GERD disebabkan oleh kenaikan asam lambung yang sering.

Kenaikan asam lambung sering terjadi akibat makan berlebihan, berbaring setelah makan, atau makan makanan tertentu.

Pemicu GERD

Makanan Pedas pemicu GERD (Ilustrasi/iStockphoto)
Makanan Pedas pemicu GERD (Ilustrasi/iStockphoto)

Ada beberapa faktor pemicu GERD. Pemicu ini biasanya berupa makanan dan gaya hidup tertentu. Pemicu GERD adalah obesitas, hernia hiatal, kehamilan, merokok, dan makan berlebihan terutama di malam hari.

Makanan tertentu dapat memicu gejala GERD pada beberapa orang. Makanan-makanan yang dapat memicu GERD adalah makanan pedas, asam, berlemak, dan beralkohol.

Jika Anda memiliki salah satu risiko pemicu di atas, mengambil langkah untuk mengubahnya dapat membantu mencegah atau mengelola GERD.

Gejala GERD

Ilustrasi Gejala Asam Lambung Credit: freepik.com
Ilustrasi Gejala Asam Lambung Credit: freepik.com

GERD memang memiliki gejala yang tidak selalu jelas, yang membuatnya disalahartikan ke masalah kesehatan lain. Maka dari itu penting untuk memeriksakan ke dokter setelah mengalami beberapa gejala. Gejala GERD yang kerap muncul adalah:

Tekanan pada dada

GERD juga bisa menyebabkan tekanan ekstrem dan menyakitkan di dada yang menjalar ke bagian tubuh lainnya. Ini disebabkan oleh asam lambung yang mengiritasi kerongkongan dan rasa sakit menjalar ke lengan, leher, atau punggung. Rasa nyeri GERD biasanya disertai dengan nyeri dan panas di dada.

Air liur berlebih

Ketika seseorang mengalami GERD, asam lambung dapat masuk ke tenggorokan, membuat mulut mengeluarkan air liur lebih banyak. Air liur yang keluar biasanya juga terasa lebih asam dari biasanya. Pada kasus yang jarang, penderita GERD bisa mengeluarkan air liur sebanyak dua sendok teh air liur per menit sebagai tanggapan terhadap asam lambung yang mengiritasi kerongkongan.

Suara serak

Refluks asam dapat masuk ke pita suara, menyebabkan peradangan kronis. Refluks laringitis, sebagaimana diketahui dapat menyebabkan suara serak kronis dan memengaruhi bicara.

Kesulitan Menelan

Refluks asam sering menyebabkan disfagia, atau kesulitan menelan. GERD kronis dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, membuat seseorang sulit menelan cairan dan makanan padat. Ini karena refluks asam kronis menciptakan sensasi bahwa ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan.

Bau mulut

Jika Anda sudah merasa rutin menyikat gigi dan membersihkan mulut namun masih memiliki bau mulut yang tetap, GERD mungkin jadi salah satu masalahnya. Sama seperti banyak gejala refluks asam, bau mulut disebabkan oleh pergerakan isi lambung ke kerongkongan.

Gejala GERD

Ilustrasi lambung (Public Domain)
Ilustrasi lambung (Public Domain)

Masalah pernapasan

Refluks asam dapat mengiritasi bronkus dan memicu masalah pernapasan seperti asma. Selain itu, masalah pernapasan karena refluks asam dapat berasal dari kandungan asam lambung memasuki paru-paru saat tidur.

Radang tenggorokan

Sakit tenggorokan kronis bisa menjadi gejala dari GERD. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mengiritasi tenggorokan. Sulit menelan, batuk, sering bersendawa yang juga disebabkan oleh GERD juga bisa memperparah kondisi ini. Radang tenggorokan yang disertai gejala GERD bisa menandakan adanya penyakit ini.

Tersedak di malam hari

Gejala tersedak malam hari dapat terjadi karena aliran balik asam lambung yang terutama terjadi saat berbaring. Bagi sebagian orang, serangan mencekik dan muntah pada sekitar satu jam setelah tidur dapat menandakan refluks asam.

Batuk kronis

Batuk yang disebabkan oleh refluks asam sering terjadi pada malam hari, saat berbaring. Terkadang GERD menyebabkan batuk kronis yang merupakan batuk yang berlangsung selama setidaknya delapan minggu.

Sakit kepala

Meskipun sakit kepala, ringan atau ekstrem, dapat menjadi indikasi sejumlah masalah kesehatan yang berbeda, banyak orang yang menderita GERD sering mengalami migrain atau sakit kepala. Asam lambung yang naik bisa menyebabkan gangguan sinus yang memicu sakit kepala. Sakit kepala yang disebabkan GERD biasanya disertai dengan gejala GERD lainnya.

Perawatan GERD

ilustrasi dokter (Foto: Pexels.com/Raw Pixel)
ilustrasi dokter (Foto: Pexels.com/Raw Pixel)

Untuk mencegah dan meredakan gejala GERD, dokter akan menyarakankan untuk mengubah kebiasaan makan atau perilaku lainnya yang memicu kenaikan asam lambung.

Dokter juga akan meresepkan obat seperti antasida yang menetralkan asam lambung. Beberapa obat bisa diresepkan seperti pengobatan untuk mengurangi produksi asam serta obat yang menghalangi produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan.

Ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu meringankan gejala GERD. Perubahan ini di antaranya meliputi:

- berhenti merokok

- menurunkan berat badan berlebih

- makan makanan dalam porsi kecil

- mengunyah permen karet setelah makan

- hindari berbaring setelah makan

- hindari makanan dan minuman yang memicu gejala GERD

- hindari memakai pakaian ketat

- berlatih teknik relaksasi

Pencegahan GERD

Ilustrasi Pola Hidup Sehat Credit: unsplash.com/Andrew
Ilustrasi Pola Hidup Sehat Credit: unsplash.com/Andrew

Pencegahan utama GERD adalah menghindari faktor pemicu gejalanya. Perubahan gaya hidup dan perilaku lainnya yang dapat membantu mencegah GERD adalah:

- makan makanan dalam jumlah sedang dan hindari makan berlebihan.

- berhenti makan 2 hingga 3 jam sebelum tidur.

- berhenti atau hindari merokok.

- mejaga berat badan.

- tidur agak miring dengan kepala sedikit ditinggikan.